Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Kompak Tiarap Hari Ini, Senin 19 November 2018.
Dream - Aksi ambil untung pelaku pasar memanfaatkan kenaikan indeks akhir pekan lalu membuat indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) berguguran.
Pelemahan ini terjadi justru di tengah kondisi kurs rupiah yang masih bergerak menguat dan belum redanya aksi beli pemodal asing.
Pada papan perdagangan BEI, Senin, 19 November 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), terpeleset 0,995 poin (0,55%) ke level 178,630.
ISSI hanya bergerak menguat di menit-menit awal sesi pembukaan usai dibuka naik ke level 179,889. ISSI yang menyentuh level tertinggi di 179,982 selanjutnya melanjutkan transaksi perdagangan di teritori negatif hingga sesi penutupan perdagangan.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga bergerak melemah 6,000 poin (0,89%) ke level 670,888. Sementara Indeks JII70 terkoreksi 1,535 poin (0,69%) ke level 221,506.
Sikap pemodal yang memilih mencari untung di Hapitnas libur Maulid Nabi ini membuta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpangkas tipis turun 7,053 poin (0,12%) ke level 6.005,297.
Saham-saham sektor infrastruktur menjadi sasaran aksi jual investor. Indeks sektor saham ini mengalami koreksi hingga 1,43 persen. Pelemahan juga dialami indeks sektor pertambangan yang turun 0,99 persen, barang konsumsi 0,39 persen, dan perdagangan 0,37 persen.
Penguatan saham properti sebesar 0,79 persen dan keuangan 0,7 persen tak sanggup menahan laju pelemahan perdagangan.
Emiten syariah pencetak top gainer adalah BYAN yang harga sahamnya terangkat Rp300, SILO Rp230, ERAA Rp140, INAF Rp110, dan SGRO Rp100.
Investor lebih suka melepas sahamnya di GMTD. Alhasil, harga indeksnya terkoreksi Rp2.700. Pelemahan harga ini disusul oleh ITMG yang harganya turun Rp750, UNTR Rp400, INTP Rp375, dan DUTI Rp250.
Dari pasar uang, laju rupiah sedikit tertahan. Dolar AS melemah 16 poin (0,11%) ke level Rp14.595 per dolar AS, pada pukul 14.15.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya