Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jam Tangan Mewah Bisa Dijadikan Investasi? (Foto: Pixabay)
Dream – Salah satu benda mewah yang banyak dilirik oleh kolektor adalah jam tangan. Sejak tahun 2014, tren mengoleksi jam tangan mewah mulai marak di kalangan kelas menengah atas di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Koleksi jam tangan mewah bagi kalangan masyarakat atas (high networth) kerap dianggap sebagai bagian dari fashion dan status sosial.
Tidak sedikit yang kemudian menyebut koleksi jam tangan dari beragam merk ternama dengan model unik sebagai bentuk investasi.
Cofunder and Chairman Jagartha Advisors, Ari Adil, mengatakan jam tangan bisa menjadi pilihan investasi yang tepat. Tapi, perlu juga dicermati oleh setiap pemiliknya.
“ Tidak semua jam tangan meskipun dibeli dengan harga yang mahal, bisa memberikan keuntungan yang tinggi di kemudian hari,” kata Ari di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 19 November 2018.
Dia mengatakan produksi jam tangan mewah kian dibatasi secara global beberapa tahun ke belakang.
Beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti perubahan minat konsumen ke jam tangan pintar (smartwatch) dan situasi politik Tiongkok dengan kebijakan pemberantasan korupsinya menyebabkan penurunan produksi yang signifikan. Namun, ada pula pembatasan produksi model yang sengaja dilakukan untuk membangun nilai eksklusif.
Ari mengatakan keterbatasan produk menjadi peluang bagi kolektor untuk berburu produk bisa memiliki nilai tinggi di masa depan.
Semakin terbatas produk di pasaran, semakin tinggi pula nilainya di mata para kolektor. Terlebih untuk jam tangan yang dianggap vintage, discontinued atau dari edisi khusus.
“ Ada beberapa model dari brand jam terkenal jumlahnya sangat terbatas di pasaran sehingga menyebabkan harga di pasar jam tangan second bisa sangat tinggi. Tetapi, jangan sembarang membeli lalu tertipu brand palsu atau model jam yang sebetulnya biasa saja dan tidak memiliki nilai investasi,” kata dia.
Ada juga faktor lain yang membuat jam tangan mewah sebagai peluang investasi, yaitu model, mesin, dan nilai emosional dari pemilik terdahulu. Ini yang membuat sebuah jam tangan memiliki nilai jual tinggi.
“ Jam tangan yang pernah dimiliki oleh selebriti, public figure atau atlet olahraga terkenal biasanya semakin banyak diburu kolektor dan bisa dibanderol dengan harga jual kembali yang tinggi,” kata dia.
Ari mengatakan mengoleksi jam tangan mewah juga memerlukan pertimbangan yang cermat. Melalui riset pasar, masyarakat bisa tahu demand and supply sebuah model tertentu untuk menjadi dasar menjual jam tangan mewah ke pasar.
Dia selalu mengingatkan untuk memandang luxury goods seperti jam mewah sebagai currency atau mata uang yang bisa dilikuidasi kapan saja. Konsep mata uang pada jam tangan mewah dimaksudkan agar investor tidak salah sangka dalam memproyeksikan peningkatan nilai finansial pada koleksinya.
“ Jam tangan mewah adalah salah satu barang yang punya monetisasi baik, karena pasarnya di Indonesia sudah terbentuk di kalangan yang juga paham tentang value sebuah barang mewah,” kata dia.
Sederhananya, ketika menyimpan deposito berjangka selama kurun waktu tertentu, nilai deposito akan bertambah pada saat deposito jatuh tempo.
Di sisi lain, kalau punya jam tangan mewah yang bisa dijual kembali dengan nilai melebihi harga beli yang Anda keluarkan, pemilik tidak perlu menunggu masa “ jatuh tempo” untuk mendapatkan keuntungan.
Bicara tentang sisi investasi, Ari juga menyarankan para kolektor untuk memperhatikan pergerakan nilai tukar rupiah. Mengingat jam tangan mewah merupakan barang impor yang harga jualnya di Indonesia menggunakan mata uang rupiah, harga jam mewah baru dan second menjadi terpengaruh.
“ Membeli jam tangan baru atau menjual jam tangan mewah second di Indonesia dapat menjadi peluang yang menarik apabila dilakukan pada saat kondisi mata uang rupiah yang tepat,” kata dia.
Ari mengingatkan masyarakat untuk tidak menjadikan barang mewah sebagai satu-satunya portofolio untuk tujuan investasi. Nilai barang akan jatuh jika ada kerusakan barang.
“ Sangat penting bagi investor untuk mengerti risiko dari kegiatan investasi yang melibatkan barang-barang berharga yang tidak menghasilkan pendapatan tetap. Jika sudah memiliki mindset memiliki jam mewah sebagai currency atau mata uang, tidak ada salahnya mengoleksi jam tangan untuk mendiversifikasi portofolio investasi ,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya