Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Masjid Kudus (Shutterstock.com)
Dream - Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengimbau dua dari sepuluh program mereka, pemberdayaan ekonomi dan wisata religi berbasis masjid dipadukan. Sehingga perekonomian umat Islam bisa dikembangkan melalui masjid.
" Saya imbau, tolong disinkronkan pemberdayaan (ekonomi) Islam berbasis masjid," kata Wakil Ketua DMI, Syafruddin, saat meluncurkan Isyef Point dan Isyef Online di Masjid Cut Meutia, Jakarta, Selasa 20 November 2018.
Syafruddin sangat mengapresiasi peluncuran Isyef Point dan aplikasi Isyef Online. Menurut dia, inovasi yang dilakukan oleh generasi muda Islam itu bisa memperkuat tali persaudaraan.
" Ini ditekankan oleh pemuda Islam untuk membangun ukhuwah Islamiyah," kata dia.
Syafruddin mempersilakan Isyef Point dan aplikasi Isyef Online dikembangkan. Dia juga berharap gerakan bisa ini " menular" ke masjid-masjid yang lain.
" Mudah-mudahan bisa menjalar ke 800 ribu masjid di seluruh Indonesia melalui anak-anak muda, marbot, dan pemuda takmir," kata dia.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
