Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Foto: Tangkapan Layar Kanal YouTube Money Fighter
Dream - Mochi merupakan kue basah berbentuk bulat dan kecil. Kue berbahan dasar tepung ketan ini memang disukai oleh masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Tak heran jika makanan yang berasal dari Jepang ini menjadi populer di Indonesia, khususnya di Sukabumi, Jawa Barat.
Sebagai memiliki destinasi wisata alam yang terkenal, Sukabumi memang tersohor dengan kudapan manis berupa mochi. Saat melancong ke daerah tersebut, para wisatawan akan mencari mochi sebagai buah tangan yang nantinya dibagikan kepada teman kerja atau tetangga.
Salah satu pusat oleh-oleh terkenal di Sukabumi adalah Kampung Kaswari. Kawasan ini terkenal sebagai area perkampungan yang menjadi pusat produksi mochi di Sukabumi. Di kawasan ini ada beberapa pabrik mochi baik skala besar maupun kecil.
Salah satu pemilik usaha mochi rumahan di Kaswari adalah seorang pria bernama Ujang. Dengan memakai brand bernama Mochi Kaswari Bakat Jaya, Ujang mendirikan bisnis makanan khas yang kini memberikannya omzet sampai Rp300 juta per bulan.
Melansir dari YouTube money fighter pada 16 Februari 2022, jauh sebelum tersohor sebagai pengusaha mochi sukses, masa lalu Ujang dilalui dengan penuh perjuangan. Ujang pernah bekerja sebagai kuli bangunan, calo untuk mencari penumpang angkutan umum (Angkot,red), dan terakhir sopir Angkot.
Semua profesi itu dilakukan Ujang karenan tuntutan memenuhi kebutuhan hidup yang terus bertambah. Hingga akhirnya keputusan besar dibuat Ujang di tahun 2006.
Ujang memutuskan mendirikan usaha mochi Bakat Jaya. Seiring waktu berjalan, produksi mochi dari bisnis rumahan hujan terus bertambah. Di bantu para karyawannya, Ujang bisa memproduksi 200 sampai 400 ikat mochi yang dijual di sekitar Sukabumi, Jawa Barat.
Meski tempat produksinya masih berskala rumahan, Ujang mampu mendapatkan omzet hingga Rp300 juta setiap bulan.
Meski usahanya sempat mengalami penurunan karena pandemi Covid-19, Ujang memutuskan tidak merumahkan karyawannya. Ia mengakalinya dengan membuat jadwal shift kerja agar para karyawannya tidak kehilangan pekerjaan.
" Karena pandemi, karyawan saya kurangi. Dikurangi bukan berarti dipecat ya. Jadi saya bikin shift, dua minggu kerja, dua minggu libur. Biar nggak ada yang nganggur," jelasnya.
Bukti Ujang yang tak ingin pegawai kehilangan pekerjaan juga ditunjukan saat mendapat bantuan sebuah mesin. Bantuan mesin dari Korea dan Thailand itu sebenarnya bisa membantu produksi mochi Ujang lebih banyak demi memenuhi permintaan pasar.
Namun Ujang memutuskan menolak bantuan mesin tersebut. Dia beralasan kehadiran mesin akan membuat karyawannya tak bisa bekerja lagi.
" Katanya memang bagus, katanya produksinya (bertambah), terus mereka mau menyumbangkan mesin tapi saya enggak mau. Karena kalau pakai mesin berarti mengurangi pekerja," kata Ujang.
Meski hanya mengandalkan tenaga manusia untuk memproduksi makanan khas tersebut, Kue Mochi tetap kebanjiran pembeli. Bahkan mochi buatannya pernah dipesan untuk diekspor ke luar negeri.
Namun Ujang lagi-lagi menolaknya permintaan tersebut. Dia mengaku nggan menggunakan pengawet agar kualitas produk tetap terjaga.
Strategi pemasaran justru dibuat Ujang untuk meningkatkan omzet mochi. Dia membuka cabang di Jalan Pelabuhan Ratu serta berinovasi mengembangkan berbagai rasa untuk kue mochi buatannya.
“ Kita harus berinovasi, agar konsumen tidak jenuh, jadi saya mengembangkan berbagai rasa untuk kue mochi ini, antara lain rasa pisang ambon, durian, vanilla,” kata Ujang.
(Sah, Sumber: Youtube @Money Fighter)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli