Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Permukiman Prasarana Wilayah RI 2001-2004 Kabinet Gotong-Royong, Soenarno, Meninggal Dunia. (Foto: Akun Resmi Instagram @kementerianpupr)
Dream – Kabar duka berembus dari dunia infrastruktur dan perumahan. Soenarno, mantan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) di era presiden Megawati, tutup usia.
Dikutip dari akun Instagram Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, @kementerianpupr, Selasa 6 Maret 2018, Soenarno meninggal dunia pada usia 75 tahun. Dia mengembuskan napas terakhir hari ini pukul 00.45 WIB di Rumah Sakit MMC, Jakarta.
Pada pukul 09.00 WIB, almarhum akan diterbangkan ke Solo, Jawa Tengah dan dimakamkan di Pemakaman Keluarga Astana Banaran, Dusun Talang Sawahan, Sukoharjo. Almarhum memiliki seorang istri, Hj. Soepanti Soenarno, 5 orang anak, dan 9 orang cucu.
“ Segenap keluarga besar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Prof. Dr. Ir. Soenarno, HE, Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) periode 2001-2004,” tulis @kementerianpupr.
Sekadar infomasi, lulusan doktor bidang Teknik Sipil dari Colombia Pacific Univeristy, Amerika Serikat, ini menjabat sebagai menteri Kimpraswil Kabinet Gotong Royong era Megawati Soekarnoputri dan Hamzah Haz per 18 Agustus 2001 sampai 21 Oktober 2004.
Selama berkarier sebagai PNS sampai menduduki jabatan kementerian, Soenarno mencetak prestasi gemilang. Sepanjang kariernya, dia menerima berbagai penghargaan, seperti Penghargaan PELITA II (1980), Satyalancana Pembangunan (1982), Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun (1995), serta Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya (1997).
“ Beberapa jabatan penting yang diemban beliau sebelum menjadi menteri antara lain adalah Pemimpin Proyrek Bendungan Karang Kates, Proyek Induk Kali Brantas, dan Dirjen Sumber Daya Air Kimpraswil,” tulis @kementerianpupr.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya