Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(www.flickr.com)
Penerbangan juga ditunda selama satu jam karena si menteri lupa membawa dokumen yang diperlukan.
Dream - Perdana Menteri (PMO) India sedang melakukan penyelidikan atas laporan terlambatnya penerbangan Air India karena ulah pejabat tinggi.
Namun di saat bersamaan, Menteri Penerbangan Sipil langsung menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang yang dipaksa turun lantaran ada rombongan menteri yang akan naik.
"Kami telah melakukan langkah korektif sehingga hal ini tidak akan terulang lagi. Kejadian itu tidak dibenarkan. Kami meminta maaf kepada semua penumpang yang mengalami ketidaknyamanan," kata sang menteri Ashok Gajapathi Raju dikutip Dream dari laman Indianexpress.com, Jumat 3 Juli 2015.
Permintaan maaf dan langkah PMO itu dipicu oleh dua kejadian terkait penerbangan maskapai pelat merah Air India.
Kejadian pertama berkaitan dengan Devendra Fadnavis, Menteri Besar Provinsi Maharashtra. Sementara kejadian kedua dikaitkan dengan Menteri Dalam Negeri Kiren Rijiju.
Penerbangan Air India dari Mumbai ke New York ditunda selama satu jam karena Fadnavis datang ke bandara tidak membawa dokumen yang diperlukan.
Sementara untuk kasus Rijiju, tiga penumpang dipaksa turun dalam penerbangan dari Leh menuju Delhi untuk memberikan tempat bagi rombongan menteri tersebut. (Ism)