Temuan Mengejutkan dari Pencarian MH370

Reporter : Sandy Mahaputra
Sabtu, 16 Mei 2015 12:02
Temuan Mengejutkan dari Pencarian MH370
Tim pencarian melihat beberapa pantulan terang kecil di dasar laut.

Dream - Perburuan hilangnya Malaysia Airlines MH370 justru menemukan sebuah kapal karam di bawah air yang dalam yang sebelumnya belum dipetakan.

Tim yang dipimpin Australia yang menjelajahi selatan dasar laut Samudera Hindia berharap menemukan tempat peristirahatan terakhir MH370, yang menghilang pada 8 Maret 2014 dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing.

Tidak ada jejak puing dari penerbangan yang membawa 239 orang itu yang pernah ditemukan. Pencarian MH370 adalah salah satu misteri penerbangan terbesar dunia.

Dalam update pencariannya, Biro Keselamatan Transportasi Australia mengatakan melihat beberapa pantulan terang kecil di dasar laut.

Data dari scan sonar resolusi tinggi menggunakan kendaraan bawah air otonom mengungkapkan adanya tempat yang layak untuk diselidiki. Data tersebut memperlihatkan benda seukuran lapangan bola kriket tetapi lebih besar di kedalaman 3.900 meter.

Objek tersebut sepertinya buatan manusia namun tidak menunjukkan ciri-ciri runtuhan pesawat terbang. Saat dikirimkan kamera ke arah objek itu, tim malah menemukan kapal karam.

" Itu adalah penemuan menarik," kata Peter Foley, direktur pencarian operasional untuk MH370. " Tapi itu bukan apa yang kita cari."

Gambar jelas menunjukkan jangkar, bersama dengan benda-benda buatan manusia lain serta sesuatu yang dianggap benjolan batubara.

" Jelas, kami kecewa bahwa itu bukan pesawat, tapi kami selalu realistis tentang kemungkinan," tambah Foley dalam sebuah pernyataan dikutip Dream dari laman Emirates 24/7, Sabtu 16 Mei 2015.

" Dan kejadian ini benar-benar menunjukkan bahwa sistem, orang, dan peralatan yang terlibat dalam pencarian MH370 bekerja dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa jika ada bidang puing-puing di area pencarian, kita akan menemukannya (MH370)."

Sementara itu wilayah pencarian MH370 diperluas. Yang semula hanya memiliki luas pencaria 60 ribu kilometer persegi, kini diperluas hingga dua kali lipat menjadi 120 ribu kilometer. Hal itu dilakukan karena hingga lebih dari 75 persen lokasi yang ditelusuri belum membuahkan hasil sama sekali. (Ism) 

Beri Komentar