Saat MH370 Raib Pengawas Udara Malaysia Sedang Tidur?

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 11 Maret 2015 19:10
Saat MH370 Raib Pengawas Udara Malaysia Sedang Tidur?
"Aaaa.. sudah, laa. Saya akan bangunkan pengawas (supervisor) dan minta dia memeriksa lagi."

Dream - Seorang petugas pengawas lalu lintas udara (menara) atau Air Traffic Control (ATC) Malaysia diduga tertidur usai pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang secara misterius pada 8 Maret 2014 lalu.

Diberitakan The Sidney Morning Herald, Rabu 11 Maret 2015, pengawas itu tertidur dan seperti tidak cepat tanggap dengan keadaan MH370 yang hilang dari pantauan radar.

Transkrip percakapan antara personal sipil, militer dan pihak maskapai beberapa jam setelah MH370 hilang, menunjukkan respons yang kacau dari pihak berwenang Malaysia.

Pemerintah Malaysia pun sepakat untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang pesawat, setelah tim investigasi internasional menerbitkan laporan awal penting pada Minggu kemarin.

Percakapan yang dimulai pukul 5.20 waktu Malaysia pada pagi saat pesawat itu hilang menunjukkan seorang staf maskapai yang berulang kali bertanya pada ATC di Bandara Kuala Lumpur.

Mereka bertanya tentang apakah ATC Malaysia telah mengalihkan kendali pengawasan MH370 kepada ATC Vietnam.

ATC Malaysia bersikeras dia hanya mengambil alih operasi pengawasan pada pukul 3.00 pagi dan tidak tahu mengenai detailnya. Sementara peralatan komunikasi pesawat telah berhenti beroperasi secara mendadak sejak 1.20 pagi.

Ketika diminta informasi oleh staf maskapai, petugas ATC itu mengatakan akan membangunkan atasannya terlebih dahulu.

" Aaaa.. never mind, laa. I wake up my supervisor and ask him to check again, to go to the room and check what the last contact... all this thing, laa," ujar petugas tersebut.

Yang dalam Bahasa Indonesia berarti: " Aaaa.. sudah, laa. Saya akan bangunkan pengawas (supervisor) dan minta dia memeriksa lagi, ke ruang kendali dan memeriksa kontak terakhir... semua masalah ini, laa" .

" Dalam laporan setebal 580 halaman yang didasarkan pada penyelidikan dari tujuh negara tersebut justru semakin banyak menimbulkan pertanyaan baru ketimbang jawaban," kata Desmond Ross, pilot pesawat komersial dan pakar keamanan penerbangan Australia.

Salah satu yang menjadi pertanyaan dalam laporan itu adalah mengapa terjadi kebingungan antara ATC Kuala Lumpur dan ATC Ho Chi Minh di Vietnam.

ATC Ho Chi Minh butuh waktu 20 menit untuk bertanya mengapa MH370 belum memasuki wilayah udaranya. Padahal menurut standar internasional hal itu harus sudah terjadi dalam waktu dua menit.

Transkrip dalam laporan juga menunjukkan respon lamban badan kedaruratan Malaysia yang seolah-olah menunggu kemungkinan pesawat hilang di Laut China Selatan.

Proses pencarian pertama terhadap MH370 baru dilakukan pada 11.30 siang waktu Malaysia. Butuh 10 jam bagi Malaysia untuk mulai pencarian, setelah pesawat benar-benar dinyatakan hilang.

Selain itu petugas ATC Vietnam tidak menanggapi satu pun pesan darurat dan sepertinya mengalami kesulitan memahami apa yang diminta oleh maskapai Malaysia.

Dalam aturan internasional yang diberlakukan tahun 2010 mewajibkan semua pilot dan petugas ATC lulus tes bahasa Inggris.

Ross juga mempertanyakan mengapa tidak ada koordinasi antara personal militer dan petugas ATC ketika menyadari MH370 sudah tidak terlacak lagi di radar.

" Bagaimana mungkin mereka tidak tahu bahwa itu bukan ancaman terhadap keamanan Malaysia?" kata Ross.

Jika terjadi koordinasi antara kedua lembaga itu, mereka bisa mengirim sebuah pesawat pencegat untuk mengikuti MH370 guna mengetahui apa yang sedang terjadi.

Ross mengatakan kontrol pemeliharaan pesawat di Malaysia Airlines perlu menjalani audit menyeluruh. Hal itu setelah dalam laporan terungkap bahwa salah satu baterai perekam data penerbangan di pesawat yang hilang itu sudah kadaluwarsa pada Desember 2012.

Masalah semakin rumit setelah diketahui bahwa tidak ada catatan yang menunjukkan apakah baterai itu telah diganti. (Ism)

Beri Komentar