Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pencipta Aplikasi Permainan Hinadan, Masako Wakamiya. (Foto: Mynewshub)
Dream – Pada umumnya, dunia teknologi ini `dikuasai` generasi muda, khususnya anak-anak dan remaja, terutama dalam membuat aplikasi ponsel. Tapi, Masako Wakamiya berhasil membuktikan lansia juga bisa membuat aplikasi ini.
Wakamiya bisa menciptakan aplikasi smartphone pada usia 82 tahun.
Dikutip dari Mynewshub, Senini 4 September 2017, wanita ini inisiatif belajar kode komputer karena kecewa industri teknologi tak melibatkan lansia. Dia belajar menggunakan komputer sejak usia 60 tahun.
" Jika semakin tua, kita akan kehilangan banyak hal, seperti suami, pekerjaan, rambut, dan penglihatan. Namun, jika kita belajar sesuatu yang baru, secara tak langsung ia akan menyuntik semangat diri. Kita telah mencapai kehidupan profesional yang diinginkan, tak perlu kembali ke sekolah. Tapi, berbeda dengan era internet. Jika kita mengamil tahu perkembangannya, kita akan ketinggalan," kata dia ketika diwawancara oleh AFP di rumahnya di Tokyo.
Wakamiya mulai tertarik dengan komputer sekitar tahun 1990-an setelah keluar sebagai karyawan bank. Dia membeli komputer pertamanya sejak usia 60 tahun dan bergabung dengan komunitas komputer di internet untuk mengenal komputer lebih jauh.
Meskipun baru bergabung dengan klub komputer, Wakamiya jago menyambungkan komputer ke internet tanpa bantuan orang lain. Tak hanya itu, dia juga mampu membuat karya seni dengan corak berwarna-warni dengan Excell.
Wakamiya pun turut membuat aplikasi permainan untuk lansia, Hinadan—sebuah aplikasi permainan yang mengajarkan orang-orang cara memasang boneka yang benar ketika festival Hinamatsuri. Dia belajar kode dan mengembangkan Hinadan di iTunes.

Aplikasi ini sengaja dibuat dan gratis agar lansia bisa memainkan permainan ini. Dia juga akan merilis Hinadan dalam bahasa Inggris, Mandarin, dan Perancis sebelum perayaan Hinamatsuri tahun depan.
“ Saya ingin menciptakan aplikasi yang mengasyikkan bagi lansia yang menyukai telepon pintar,” kata Wakamiya.
Keberhasilan Wakamiya ini turut menarik perhatian CEO Apple, Tim Cook. Cook mengundang Wakamiya dalam Worldwide Developers Conference sebagai pencipta aplikasi tertua di dunia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya