Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tanah Ternyata Juga Bisa Digunakan Untuk Investasi, Lho. (Foto: Shutterstock)
Dream – Tak hanya rumah dan apartemen, tanah pun bisa dijadikan sebagai instrumen investasi yang menguntungkan. Tanah bisa memberikan keuntungan yang berlipat-lipat jika dijual kembali.
Lalu, bagaimana jika ingin membeli tanah sebagai investasi? Apa yang harus dilakukan?
Dilansir dari keterangan tertulis Lamudi, seperti ditulis Dream, Sabtu, 2 September 2017, hal pertama yang harus dilakukan adalah melihat lokasi tanah.
Ingat, lokasi yang strategis, memiliki nilai jual yang sangat tinggi karena ada sarana dan fasilitas umum yang cukup memadai. Termasuk fasilitas sosial dan fasilitas lain yang menunjang kehidupan ekonomi masyarakatnya.

Kedua, periksalah kelengkapan surat-suratnya. Sebelum membeli tanah, periksa dan pastikan terlebih dahulu keabsahan surat-surat kepemilikannya. Pastikan jika nama yang tertera dalam sertifikat itu adalah nama pemilik tanah itu sendiri agar proses berikutnya lebih mudah.
Sahabat Dream juga bisa memastikan kebenaran ukuran tanah dengan bertanya kepada petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN), untuk menentukan batasan-batasan tanah yang jelas.
Jika semuanya sudah terbukti benar dan sah menurut hukum, maka segera jatuhkan pilihan. Jangan lupa untuk melengkapi transaksi dengan AJB (akte jual beli) dan proses balik nama.

Ketiga, bentuk tanah ideal. Bentuk tanah juga sangat berpengaruh terhadap nilai investasi itu sendiri. Semakin ideal bentuk tanah maka investasi akan lebih menguntungkan dan juga sebaliknya.
Secara ilmu investasi tanah, biasanya rumus yang bisa digunakan adalah lebar muka tanah berkisar antara 40-75 persen dari panjang tanahnya. Misal, 15m x 20x, 12m x 20m, 9m x 20m, atau 6m x 15m.
Bentuk lain tanah yang banyak diminati dan ideal untuk dijadikan investasi adalah bentuk trapesium. Bagian depannya memiliki ukuran yang lebih sempit dibandingkan bagian belakangnya. Jika dipergunakan untuk pembangunan rumah, bentuk tanah akan memberikan tampilan rumah yang terlihat lebih lebar daripada bagian depannya. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya