6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Presiden Joko Widodo Menghadiri Pencatatan Perdana Kontrak Investasi Kolektif Di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, 31 Agustus 2017. (Foto: Setkab.go.id)
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) gemas dengan sikap para pebisnis yang masih menunda investasi di Indonesia dan menyindirnya. Alasannya, mereka masih menunggu kondisi yang bagus.
Padahal, banyak momentum bagus yang telah diraih Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
“ Yang di-wait apanya, yang di-see apanya lagi, gitu loh? Wait and see, wait and see, apa lagi ini,” kata Presiden Jokowi di Jakarta, dikutip dari setkab.go.id, Kamis 31 Agustus 2017.
Jokowi mengatakan Indonesia punya banyak momentum bagus yang harus dimanfaatkan secepat mungkin.
“ Ada momentum, banyak sekali momentum, tapi kita ini senangnya yang kayak Saracen gitu, senang yang gitu-gitu gitu loh. Momentumnya malah lupa,” kata dia.
Apa saja momentumnya? Pertama, Indonesia punya investment grade dari Fitch Rating, Moody’s, dan S&P. Kedua, Indonesia naik peringkat dari ranking 8 ke ranking 4 dari United Nation Conference Trade and Development sebagai negara tujuan investasi.
Ketiga, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahnya, Indonesia sekarang ini nomor 1 sesuai hasil survei OECD Gallup World Poll.
“ Nomor satu Indonesia, biasanya Swiss tapi sekarang Indonesia. Indonesia, Swiss, India, Luxemberg. Ini momentum gitu loh. Kok masih ada yang pesimis, itu apalagi yang dicari. Apa yang ditunggu lagi, gitu loh,” kata dia.
Mantan wali kota Solo ini juga menyampaikan peringkat kemudahan bisnis Indonesia meningkat dari 120 menjadi 91. Dia mengatakan pemerintah terus memperbaiki kemudahan bisnis ini.
“ Jangan dipikir kita sudah berhenti, tidak! Saya sampaikan pada Menteri, target saya peringkat 40, itu target jangan ditawar,” kata dia.
Ditambah lagi inflasi 2015 sebesar 3,35 persen dan turun menjadi 3,02 persen pada 2016 jadi 3,02. Tahun ini pun pemerintah memprediksi inflasi di bawah 4 persen.
“ Ini kan hal-hal yang positif semua, gitu loh. Jangan dicari yang negatifnya. Kita ini senang mencari yang negatifnya saja. Ini positif semua,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
