Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Emoji Sering Digunakan Oleh Orang Untuk Berkomunikasi. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, orang-orang kerap menggunakan emoji untuk berkomunikasi melalui pesan tertulis. Biasanya, emoji difungsikan sebagai ungkapan perasaan yang terlihat lucu.
Tapi, tahukah kamu emoji sebenarnya bisa membuatmu dianggap tidak kompeten jika digunakan pada surat elektronik (surel) bisnis?
Dilansir Mashable, riset yang dilakukan oleh tim dari Universitas Ben Gurion di Israel, menyebutkan emoji membuat kamu tidak kompeten. Surel seorang profesional yang mengandung emoji akan membuat kompetensi si pengirim berkurang. Tak hanya itu, “ kehangatan” tak akan terlihat dari pesan dalam surel.
“ Temuan kami memberikan bukti pertama kali bahwa emoji ini bertentangan dengan senyuman yang sebenarnya. Smiley tidak akan meningkatkan persepsi kehangatan dan benar-benar mengurangi persepsi kompetensi,” kata periset Universitas Ben Gurion, Ella Glikson.
Studi itu melibatkan 549 peserta dari 29 negara yang berbeda. Ella mengatakan timnya meminta responden membaca surel yang berhubungan dengan pekerjaan dari pengirim yang tidak dikenal. Responden juga harus mengevaluasi kompetensi dan kehangatan orang dalam berkirim surel.
Hasilnya, surel yang menggunakan emoji memberikan efek negatif pada persepsi kompetensi. Studi itu juga menunjukkan surel bisa menghilangkan informasi terkait konten.
Ella menyimpulkan emoji ini merupakan senyum virtual dan tidak dianggap sebagai cara untuk mengkomunikasikan kehangatan.
“ Senyum smiley hanya bisa menggantikan senyum saat Anda sudah mengenal orang lain. (Jika belum mengenalnya), lebih baik menghindari smiley di surel bisnis,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya