Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Robot
Dream - Anggapan robot bakal menggantikan manusia dan membuat pekerja menganggur tampaknya harus segera diubah. Sebuah studi terbaru justru menyimpulkan keberadaan mesin akan menciptakan lapangan kerja bagi manusia.
Laporan dari International Federation of Robotics (IFR) antara 2008-2011 menemukan, teknologi robot mampu menciptakan lapangan kerja hingga 80 ribu pekerjaan di sektor elektronik.
Menurut IFR, fakta ini tentu menghilangkan mitos bahwa otomatisasi berdampak negatif terhadap pekerjaan manusia.
IFR menyebutkan, robot berjasa dalam mempertahankan pertumbuhan lapangan kerja di industri elektronik yang tumbuh pesat meski pun terjadi resesi besar.
Laporan IFR merujuk pada studi terbaru tahun 2013 oleh perusahaan riset Metra Martech. Studi ini menyimpulkan setiap robot yang diperkerjakan, akan menciptakan 3,6 pekerjaan. Pada tahun 2016, robot-robot diharapkan bisa menghasilkan tambahan 110.000 pekerjaan elektronik di seluruh dunia.
Dalam wawancara sebelumnya dengan Emirates 247, Dr Claus Risager, Partner & Director di Blue Ocean Robotika, menjamin robot tidak akan menggantikan pekerjaan profesional manusia. Sebaliknya, robot akan membantu tenaga kerja manusia dan menambah jumlah pekerjaan yang tersedia pada suatu sektor.
" Beberapa survei independen menunjukkan bahwa robot adalah pencipta kerja," tegas Dr Risager. " Ketika robot diperkenalkan, banyak pekerjaan tangan diambil alih oleh robot dan itu meningkatkan produktivitas, kualitas dan profitabilitas," katanya.
Ditambahkan Dr Risager, transformasi tersebut menyebabkan peningkatan kecepatan pada inovasi, kreativitas dan pengembangan industri. Selain itu menghasilkan pekerjaan bernilai tinggi yang menyebabkan peningkatan kekayaan.
" Satu-satunya faktor penting adalah bahwa transformasi ini tidak merata di antara tenaga kerja manusia. Penggunaan robot meningkatkan jumlah pekerjaan bagi personel dengan keterampilan tingkat tinggi dan mengurangi jumlah pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tingkat rendah tapi secara keseluruhan jumlah pekerjaan meningkat," jelas Dr Risager.
Hal itu dapat ditemui terutama di sektor elektronik. Laporan oleh IFR menekankan bahwa robotika sangat penting untuk proses produksi ketika produk tersebut tidak dapat dibuat dengan tangan di mana presisi, konsistensi, atau biaya sangat diutamakan.
Permintaan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tinggi meningkat hingga tahun 2011, terutama di sektor elektronik. Diharapkan. hal itu terus tumbuh seiring dengan kemajuan teknologi.
Produsen dan pemasok elektronik bersiap-siap akan menghadapi peningkatan permintaan terhadap pekerjaan yang melibatkan keterampilan tingkat tinggi. Mereka akan merekrut spesialis otomatisasi dan teknisi, serta mempekerjakan personel pendukung lainnya. Sementara itu, ekonomi lokal dan infrastruktur bisa mengambil manfaat dari efek investasi manufaktur tersebut, kata laporan IFR.
Di seluruh dunia, setidaknya 2,1 juta pekerjaan di sektor elektronik bergantung pada robotika, data IFR mengungkapkan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya