Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pekerja Wanita
Dream - Meggarap tugas kantor dari rumah kemungkinan bakal menjadi hal umum di dunia bisnis dalam enam tahun ke depan. Survei terbaru dari London Business School memperlihatkan, fenomena bekerja dari rumah setidaknya dilakukan oleh 50 persen angkatan kerja global pada 2020.
" Lebih dari setengah dari kita akan bekerja dari jarak jauh pada tahun 2020," kata para eksekutif, pengusaha dan akademisi bisnis yang bertemu di Global Leadership Summit baru-baru ini.
Informasi terbaru ini kemungkinan tak berlaku bagi para pekerja di kawasan Jazirah Arab. Masalahnya, jumlah responden dari negara-negara Teluk sangat minim yaitu dua persen dari Timur Tengah. Jumlah responden terbanyak justru berasal dari pekerja Inggris yang mengatakan, tren bekerja dari luar kantor akan menjadi gaya hidup pada 2020.
Disinggung mengenai persentase karyawan full time akan bekerja di perusahaan dari jarak jauh pada tahun 2020, sebanyak 34 persen perusahaan mengatakan lebih dari setengah pekerjanya akan melakukan hal itu. Sementara 25 persen responden mengatakan lebih dari tiga-perempat pekerja mereka tidak akan bekerja di kantor secara tradisional.
" Teknologi dan beberapa pergeseran mendasar dalam pemikiran manajemen berada di balik fenomena ini," kata Adam Kingl, Director of Learning Solutions, Executive Education of London Business School seperti dikutip Dream dari laman Emirate247.
Para pemimpin perusahaan mengakui bahwa tradisi bekerja yang diwarnai dengan kebiasaan datang terlambat ke kantor pelan-pelan akan terkikis. Meski bekerja di luar kantor, para pekerja masih tetap akan bertemu secara fisik untuk saling menginspirasi dan berbagi.
Setelah Inggris, mayoritas responden yang percaya bahwa bekerja dari rumah akan segera menjadi hal umum berasa dari negara Eropa lainnya (27 persen) diikuti oleh Asia, Australia, Amerika Serikat dan Kanada - masing-masing 6 persen. Hanya 4 persen responden berasal dari Afrika dan Amerika Latin.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya