Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Rumah Kontrakan. (Foto: Juragan Cipir)
Dream – Rumah kontrakan menjadi bisnis yang menggiurkan bagi orang yang tinggal di kota besar. Meskipun butuh modal tak sedikit, bisnis kontrakan bisa menjadi passive income yang bisa diandalkan hingga masa tua kelak.
Memiliki tanah kosong, tak sedikit orang ingin segera mengolahnya menjadi rumah kontrakan supaya tak kebingungan dan menikmati masa pension dengan tenang. Dengan harga relatif murah, karyawan baru, mahasiswa, atau pasangan muda bisa menjadi calon penghuni.
Tapi jangan senang dulu. Untuk memulai bisnis kontrakan ini memang butuh modal besar. Tak semua orang bisa mewujudkannya.
Dilansir dari CekAja, Senin 30 Oktober 2017, sebelum membuat bisnis kontrakan, carilah lokasi strategis terlebih dahulu supaya bisnisnya laris manis. Jangan terburu-buru menentukan lokasi karena akan sangat terpengaruh terhadap harga jual beli tanah dan harga sewanya kelak. Lokasi yang kurang strategis bisa memicu sepinya peminat.
Nah, lokasi yang tepat untuk bisnis kontrakan ini adalah daerah perkantoran, wilayah industri, dan kampus. Harga tanahnya memang mahal, tapi nantinya kontrakan tidak sepi peminat dan pemasukan akan lancar.
Setelah menentukan lokasi, siapkanlah modal yang jumlahnya memang tak sedikit. Jika punya warisan berupa rumah, rumah ini bisa dikembangkan menjadi kontrakan. Tapi, tetap saja memerlukan modal untuk merenovasi. Jika tak cukup modal, tak ada salah mengajukan pembiayaan ke bank.
Lalu, tentukan harga sewa yang sesuai. Jangan sembarangan menentukan harga sewa. Carilah informasi terlebih dahulu tentang harga rata-rata sewa properti di kawasan yang dipilih. Misalnya sewa rumah di Jakarta Timur akan berbeda dengan di Jakarta Pusat. Tujuannya agar bisa menentukan harga sewa yang kompetitif. Kalau terlalu mahal, penyewa akan enggan. Tapi, jangan juga membuat harga rumah kontrakan murah dan terlalu rendah.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya