Bos Paling Berpengaruh di Indonesia versi LinkedIn

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 20 September 2017 08:14
Bos Paling Berpengaruh di Indonesia versi LinkedIn
Ini jawabannya.

Dream – Jaringan profesional global, LinkedIn, merilis perdana penghargaan Power Profiles. Power Profiles ini merupakan sebuah penghargaan untuk anggota LinkedIn yang berprestasi untuk membangun identitas profesional.

Ada 30 pemimpin dan ahli di Indonesia yang masuk daftar ini. Dilansir dari keterangan tertulis LinkedIn yang diterima Dream, Rabu 20 September 2017, para penerima penghargaan ini berhasil membangun karier profesionalnya dan mendapatkan kunjungan paling tigngi di bidangnya masing-masing.

Ini juga kali pertama profesional dari Indonesia masuk ke dalam daftar LinkedIn Power Profiles dari Australia, Singapura, India, dan Hong Kong. Di Indonesia, daftar ini menampilkan 30 pemimpin dan ahli dalam kategori pemimpin terbaik, di bawah usia 30 tahun, pemasaran, dan sumber daya manusia (SDM).

“ Tahun ini, kami sangat senang dapat meluncurkan LinkedIn Power Profiles di Indonesia. Melalui pengaruh positif yang disampaikannya, para anggota kami yang profilnya paling banyak dikunjungi ini menunjukkan bahwa mereka berhasil membangun serta mentransformasi diri mereka, perusahaan mereka, dan bahkan industri yang mereka geluti secara lebih luas,” kata Managing Director APAC LinkedIn, Olivier Legrand.

 

 William Tanuwijaya, Tangan Dingin di Balik Kejayaan Tokopedia

Cofounder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya

Legrand mengatakan ada sederet nama para pemimpin di industri berbasis teknologi dari Indonesia. Sebut saja founder dan CEO Bukalapak, Achmad Zaky, Cofounder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, Cofounder dan CEO Gojek, Nadiem Makarim, dan President Director Telkomtelstra, Erik Meijer.

Untuk kategori wanita inspiratif yang sukses berkarier sebagai pebisnis, ada VP Gojek, Dayu Dara Permata, President Director Indonesia, Fifi Henirawati Hoo, dan founder dan CEO Bubu.com, Shinta Witoyo Dhanuwardoyo.

Sementara itu, profesional muda berusia di bawah 30 tahun adalah Cofounder SaleStock Indonesia, Stanislaus Tandeilin, dan CEO dan Cofounder Kata.ai, Irzan Raditya.

Menurut Achmad Zaky, globalisasi dan ekonomi tanpa batas sudah menjadi kenyataan. Melalui LinkedIn, dia bisa menikmati kesempatan berbagai pandangan tentang masa depan industri serta bisa menyemangati dan mendorong profesional di Indonesia untuk membangun jaringan.

“ Saya percaya bahwa keinginan yang besar untuk menjadi profesional global sangat penting untuk dimiliki para profesional masa depan di Indonesia” kata dia.

Dara mengatakan LinkedIn membantu dia menemukan jalan untuk mewujudkan impian karier.

“ Saya merasa puas dalam karier dan senang dapat berkontribusi pada kemajuan bisnis perusahaan, salah satunya berkat jaringan dan interaksi yang saya bangun dengan para profesional dunia, dari mulai sekedar mendiskusikan ide hingga kesempatan bisnis,” kata dia. (ism) 

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara