Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Muslim Di Makassar Bergegas Mengikuti Salah Idul Adha Berjamaan (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyayangkan nilai investasi masyarakat di produk syariah masih sangat kecil. Hal ini karena baru 0,02 persen dari penduduk Indonesia yang mayoritas muslim menanamkan investasinya di instrumen berprinsip syariah ini.
" Penduduk 250 juta tapi kurang 0,02 persen yang investasi di produk syariah," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida di Jakarta, Senin, 19 Oktober 2015.
Meski realisasi pasar yang masih keci, Nurhaida menyebutkan pertumbuhan produk syariah cukup positif. Kapatalisasi produk terus meningkat.
Untuk saham syariah tumbuh 14,7 persen per tahun, reksadana syariah tumbuh 21,6 persen, sukuk korporasi tumbuh 4,3 persen, sedangkan sukuk negara tumbuh 4,8 persen per tahun.
" Sudah meningkat, tetapi efek syariah di pasar modal kita masih rendah dari sisi nilai," ungkap Nurhaida.
Mengingat masih besarnya pasar yang belum terjamah produk syariah ini, Nurhaida yakin pertumbuhan investasi di produk syariah masih bisa digenjot. Bahkan pertumbuhan bisnis syariah di Tanah Air sanggup menyaingi pasar modal di negara lain.
" Apalagi yang penduduknya lebih kecil atau muslimnya lebih sedikit dari Indonesia," katanya.
Caranya, lanjut Nurhaida, dengan menyediakan produk investasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur, serta meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap produk investasi syariah.
" Ke depan dibutuhkan dana besar untuk pembangunan infrastruktur. Ini tantangan di pasar modal agar pelaku pasar menggunakan pasar modal syariah untuk memenuhi kebutuhan pendanaannya," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya