Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - PT BTPN Syariah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia hari ini. Begitu ditawarkan, nilai saham bank syariah ini naik 23,08 persen menjadi Rp1.200 per lembar dari harga awal Rp975.
Saham emiten berkode BTPS itu telah ditransaksikan sebanyak 421 lot dengan nilai Rp51,2 juta.
" Mudah-mudaham BTPN Syariah bisa lebih berkembang menjadi perusahaan terbuka," kata Direktur Utama BPTN Syariah, Ratih Rachmawaty di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa 8 Mei 2018.
Sebagai catatan, BTPN Syariah menargetkan pendapatan sebesar Rp751 miliar dari penjualan saham, dengan harga awal Rp975.
Selama masa penawaran umum, saham BTPN Syariah mengalami kelebihan penawaran hingga 1,7 kali dari total saham yang ditawarkan.
" Saham yang kami lepas (ke publik) sebesar 10 persen atau 770 juta lembar saham," kata Ratih.
Ratih mengatakan, dana segar yang didapat ini akan digunakan sepenuhnya untuk pembiayaan keluarga prasejahtera produktif. Sektor ini menjadi fokus bisnis perusahaan selama tujuh tahun terakhir.
" Dana Rp751 miliar dari IPO kami gunakan 100 persen untuk pembiayaan prasejahtera yang disampaikan dalam prospektus kami," kata dia.
BTPN Syariah menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia menhadi penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter). Direktur Utama Citptadana Sekuritas Asia, Ferry Tanja, mengatakan saham BTPN Syariah banyak diminati calon investor, baik ritel maupun institusi.
" Namun, sampai saat ini, pada saat penutupan penawaran umum minggu lalu, pembeli terbesarnya adalah institusi yang memiliki profil investasi jangka panjang," kata Ferry. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya