Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menag Fachrul Razi
Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi, menyatakan kurban di hari raya Idul Adha merupakan cerminan dari jiwa agamis bangsa Indonesia. Sebab, amalan ini sudah melekat pada bangsa sejak Islam tersebar di Nusantara.
" Bangsa Indonesia adalah bangsa agamis, di mana ibadah kurban sudah membumi sejak Islam hadir di Nusantara ini. Ibadah kurban merupakan sebuah refleksi ketakwan dan kesalehan sosial seorang Muslim," ujar Fachrul, dikutip dari Kemenag.
Fachrul mengatakan saat ini tingkat konsumsi daging di Indonesia masih cukup rendah, hanya sebanyak 2,6 kilogram per kapita. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam yang telah mencapai 4,5 kilogram per kapita.
" Konsumsi daging masyarakat Indonesia rata-rata berkisah 2,6 kilogram per kapita sementara negara lain sudah mencapai 4,5 kilogram per kapita," kata Fachrul.
Dia pun berharap ibadah kurban dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Tidak sekadar bernilai ibadah namun juga meningkatkan konsumsi daging halal sekaligus menguatkan ekonomi umat.
Mengutip hasil survei Indonesia Development and Islamic Studies, Fachrul mengatakan potensi kurban pada 2019 mencapai Rp28,4 triliun, setara 181 ribu ton daging. Sementara, jumlah masyarakat yang ikut berkurban di tahun tersebut mencapai 3,5 juta jiwa.
Sedangkan pada 2020 di tengah pandemi Covid-19, proyeksi kurban mengalami penurunan menjadi Rp20,5 triliun. Potensi ini dihitung dari jumlah pengkurban yang diperkirakan sebanyak 2,3 juta.
" Potensi kurban yang relatif tinggi memerlukan pengelolaan yang terencana, terpola, amanah dan profesional agar melahirkan nilai tambah untuk kesejahteraan masyarakat serta sangat membantu pemberdayaan peternak lokal, swasembada daging halal dan mengurangi impor ternak di Tanah Air," terang Fachrul.
Untuk meningkatkan kembali manfaat berkurban, Fachrul bersama Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla, mencanangkan Gerakan Teladan Berkurban Nasional 2020. Gerakan ini digelar serentak untuk menyalurkan hewan kurba di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya