Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Doc Mondelez
Dream - Permintaan ekspor terus meningkat, Mondelez International memperluas pabrik produksi biskuit Oreo di Cikarang, Jawa Barat. Lini produksi baru biskuit Oreo ini sebagian besarnya ditujukkan untuk ekspor ke negara-negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah.
Tercatat volume ekspor pabrik Mondelez International di Cikarang meningkat lebih dari 250% dalam 10 tahun terakhir.
Meningkatnya ekspor ini sejalan dengan hasil survei State of Snacking yang menyatakan bahwa 85 persen konsumen secara global dan 94 persen di Indonesia mencari kesenangan dengan mengonsumsi setidaknya satu camilan sebagai kebutuhan sehari-hari.

“ Sejalan dengan meningkatnya permintaan konsumen tersebut, Mondelez International menambah lini produksi biskuit, dengan nilai investasi sebesar USD 23 juta, setara dengan Rp 320 miliar,” ujar Zaenal Abidin, Direktur PT Mondelez Indonesia Manufacturing pada konferensi virtual Mondelez International Peresmian Perluasan Pabrik Cikarang, Selasa 8 Februari 2022.
Investasi terbaru ini menjadikan pabrik di Cikarang masuk dalam jajaran pabrik biskuit Mondelēz International berkapasitas besar juga salah satu pusat produksi biskuit kelas dunia. Dream berkesempatan menengok pabrik produksi biskuit Oreo, Mini Oreo, dan Ritz ini secara virtual.

Ruangan pertama khusus untuk proses “ Mixing and Forming”. Di ruangan ini, tepung, gula dan bubuk coklat dicampurkan hingga berbentuk adonan.

Lalu adonan tersebut dicetak bulat membentuk kepingan oreo menggunakan media cetak berkecepatan tinggi.

Setelah adonan dicetak bulat membentuk kepingan oreo. Adonan tersebut dipanggang dalam oven. Oven yang digunakan pada pabrik ini menggunakan mesin yang canggih.
“ Lini produksi terbaru ini menggunakan teknologi terbaru dalam produksi biskuit, termasuk mesin yang menghemat energi, air, dan karbon untuk mendukung proses produksi yang lebih berkelanjutan,” kata Zaenal.

Setelah dipanggang, biskuit akan disusun untuk didinginkan. Setelah kepingan oreo dingin dan mengeras, maka masuk ke proses selanjutnya yaitu sandwitching.

Kepingan biskuit oreo diisi dengan krim oreo pada area ini. Proses pengisian krim tersebut dengan cara menjejerkan biskuit oreo lalu diisi krim dengan bantuan mesin.

Setelah krim terisi, kepingan oreo akan ditambah untuk menutupi krim tersebut. Dan sandwitch oreo akan didinginkan di cooling tunel untuk mendapatkan krim yang sesuai.

Selanjutnya biskuit oreo siap untuk dikemas melalui mesin pengemasan. Setelah dikemas untuk membuat produk tetap aman dan fresh, disematkan tanggal produksi, kedaluwarsa dan kode batch.

Selanjutnya oreo akan diekspor ke lebih dari 35 negara, mencakup pasar di Asia Pasifik dan Timur Tengah, termasuk Jepang, Australia, dan Selandia Baru.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya