Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Film Siksa Neraka (Instagram @deecompany_official)
Dream - Film Siksa Neraka garapan rumah produksi Dee Company mengaku siap menggelontorkan uang hingga miliaran rupiah demi sebuah set adegan terbaik. Perusahaan bertekad mencoptakan efek visual atau populer disebut computer generated imagery (CGI) untuk menggambarkan dunia neraka agar terlihat realistis.
Film diangkat dari kisah komik legendaris Siksa Neraka karya MB Rahimsyah. Kepopuleran komik ini bahkan bertahan tiga dekade dari 1970 hingga 1990-an.
Lele Laila didapuk sebagai penulis skenario, sedangkan Anggy Umbara duduk di kursi sutradara. Proses syutingnya pun dimulai pada 11 Mei 2023.
Film Siksa Neraka sendiri telah memuulai syuting pada 11 Mei 2023 dan mempertemukan aktor dan aktris lintas generasi dari Ariyo Wahab, Astri Nurdin, Kiesha Alvaro, Ratu Sofya, dan legenda hidup Slamet Rahardjo.
Sang produser Dheeraj Kalwani menyiapkan dana Rp5 miliar bukan untuk mencari sensasi melainkan keinginan menghadirkan visual neraka yang terasa masuk akal sekaligus mengerikan di mata penonton.
“ Dari awal April 2023, kami mempersiapkan CGI (computer generated imagery -red.). Tak main-main, untuk CGI saja kami keluarkan dana Rp5 miliar,” Dheeraj Kalwani dikutip dari Liputan6.com, Rabu, 17 Mei 2023.
Dheeraj Kalwani menyebut komik Siksa Neraka memuat kisah menyeramkan yang ditemui di neraka lengkap dengan gambaran mengerikan manusia berdosa sedang disiksa.
“ Untuk membuat set neraka kami bikin penggabungan antara real set building yang dibuat tim artistik, XR Virtual Screen untuk background, dan CGI 3D animation untuk elemen neraka,” katanya.
Anggy Umbara sebagai sutradara juga menjelaskan, efek yang dimaksud seperti api neraka, lava menyala, karang-karang bebatuan, dan berbagai penyiksaan di neraka yang tak mungkin dilakukan secara live shooting.
“ Makanya kita butuh waktu lama dan biaya tinggi untuk CGI,” Anggy Umbara menambahkan.
Dheraaj Kalwani pun optimistis dengan kerja keras tim dan biaya produksi yang memadai, hasil akhir film Siksa Neraka nanti akan memuaskan pecinta film Indonesia khususnya horor.
“ Saya pikir ini pencapaian luar biasa. Kami tertantang mengadaptasi Siksa Neraka menjadi film,” cetus Dheeraj.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam