Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Tangkapan Layar Kanal YouTube Kevin Sebastian
Dream - Bus antar kota antar provinsi (AKAP) menjadi alat transportasi publik yang sejak lama diminati masyarakat. Mereka yang tak dikejar waktu biasanya akan menggunakan moda transportasi ini karena bisa menikmati pemandangan yang tak bisa dilihat jika menggunakan kereta maupun pesawat.
Dengan rute melintasi banyak daerah, pengelola bus biasanya memiliki beberapa tempat pemberhentian di banyak titik. Di lokasi inilah biasanya pengelola moda transportasi ini memiliki agen bus AKAP yang ternyata bisa menjadi ladang bisnis menguntungkan.
Bos PO Haryanto, Rian Mahendra menjelaskan komisi satu agen bus bisa mencapai jutaan rupiah per hari. Pengakuan itu bukan isapan jempol semata karena Rian belum lama ini kedatangan rekannya bernama Udin yang merupakan wakil divisi Pekalongan yang menjadi agen bus AKP.
Dalam pertemuannya itu Udin membeberkan jumlah penumpang yang menggunakan busnya bisa mencapai puluhan orang per hari.
Dalam sehari, lanjut Udin, setiap agen bisa menarik 30 hingga 40 penumpang ketika sedang ramai. Udin juga menyebutkan angka penumpang saat sedang di kondisi sepi.
" Agen yang paling ramai tiga puluh sampai empat puluh orang, kalau sepi lima orang," tutur Udin dalam video yang diunggah di kanal YouTube miliknya, Rian Mahendra pada Rabu, 9 Maret 2022.
Udin menambahkan di masa pengangkutan sedang mencapai puncaknya, sebuah agen bus AKAP bisa memberangkatkan sebanyak 100 penumpang per harinya. Hal ini tentu membuat Rian Mahendra selaku bos PO Haryanto cukup takjub.
Mendengar pengakuan dari Udin, Rian hanya bisa tersenyum saking bangganya. Ia begitu senang jika bisnis yang dijalaninya itu berjalan dengan suksesnya.
" Kemarin saja malam Senin saya survei di lokasi 100 orang, satu agen itu," kata Udin mengaku.
Rian Mahendra pun menghitung jumlah penghasilan dari laporan yang dipaparkan oleh Udin. Jika dari 100 orang per agen, berarti tiap harinya agen-agen itu berhasil meraih penghasilan jutaan rupiah dari para penumpang.
Jika ditotal, satu agen bus mendapat Rp1,2 juta per harinya. Hal ini membuat Rian terlihat begitu senang mendengar target yang berhasil dicapai para agen bus.
" Satu agen seratus orang artinya komisinya hampir Rp1,2 juta per harinya. Sebulan saja hampir Rp30 juta kalah DPR gajinya," sahut Rian.
Dream - Sudah dua tahun lebih pandemi Covid-19 merundung Bumi. Tak hanya merenggut nyawa, virus corona juga memorak-porandakan ekonomi dunia, termasuk di India.
Saat ini, beberapa sektor ekonomi di negeri Bollywood itu mulai menggeliat. Namun, pariwisata masih terhuyung-huyung. Akibatnya, roda-roda bus pariwisata banyak yang berhenti, tak lagi beroperasi.
Sebelum pandemi, bus-bus mewah sleeper dan semi-sleeper menjadi pemandangan biasa di wilayah Kerala. Mereka biasanya penuh dengan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, pemandangan itu kini semakin langka.
Sejumlah perusahaan bus sudah tak sanggup lagi menghidupkan mesin mobil-mobil jumbo itu karena krisis. Beberapa di antara mereka bahkan mengaku harus meninggalkan industri mereka untuk selamanya karena tidak memiliki sumber daya untuk memulai dari awal lagi.
Salah satunya Royson Joseph, pengusaha bus mewah dari Kochi. Pada puncak bisnisnya, Royson's Royal Travels, punya 20 armada bus mewah. Karena rugi, kini busnya tinggal 10, itupun dia harus mati-matian menghidupi perusahaan.
Kisah pedih Joseph belakangan terungkap melalui unggahan Facebook Contract Carriage Operators Association Kerala (CCOA). Joseph mengaku ingin menjual semua busnya sebagai barang bekas hanya untuk memberi makan keluarganya.
Joseph sempat berharap dunia pariwisata kembali menggeliat antara Desember hingga Januari lalu, yang tahun-tahun sebelumnya menjadi musim turis tersibuk di Kerala. Namun nyatanya tetap sepi order.
Dalam sepekan terakhir hanya tiga busnya yang beroperasi melakukan perjalanan ke Munnar, itupun hanya sekali. Kini, Joseph merasa sudah cukup berjuang menghidupi usaha busnya.
Joseph sekarang ingin menjual bus-busnya sebagai barang bekas. Bus-bus yang tersisa itu bahkan akan dijual rongsokan dengan harga 45 rupee perkilo atau Rp8.500 perkilogram.
Tekad Joseph mungkin susah dimengerti orang kebanyakan. Namun rupanya dia sudah tidak menemukan jalan keluar untuk bertahan. Ketika bus-busnya tidak beroperasi, Joseph tetap dipaksa membayar pajak, asuransi, gaji karyawan, dan perawatan. Jadilah kantong Joseph bolong.
" Saya tidak bisa menjalankan bisnis ini lagi. Saya sudah menjual sepuluh dari 20 bus saya untuk bertahan hidup. Saya siap menjual sisa bus dengan nilai bekas. Kelangsungan hidup keluarga saya tergantung pada ini. Karyawan kami juga dalam krisis," kata Joseph, dikutip dari indiatimes.com.
Joseph juga menuding polisi dan dinas kendaraan bermotor setempat terus mengganggu para operator bus dengan dalih pemeriksaan Covid-19. Dia juga mengaku operator harus membayar denda besar untuk pelanggaran kecil.
" Saya membayar pajak hampir 40.000 rupee untuk setiap bus. Saya juga membayar pajak untuk bahan bakar dan membayar 80.000 rupee sebagai asuransi. Namun, bus saya ditarik oleh petugas di tengah perjalanan tanpa alasan," katanya.
Menurut CCOA, kasus Joseph bukanlah satu-satunya. CCOA menyebut banyak anggotanya telah mengundurkan diri karena krisis keuangan. Ribuan bus juga telah ditarik dari operator yang tak bisa membayar utang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya