Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Menkeu Beber 3 Alasan Wanita Ogah Berutang ke Bank

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 12 Oktober 2018 09:44
Menkeu Beber 3 Alasan Wanita Ogah Berutang ke Bank
Terlebih, jika dia adalah seorang wanita pengusaha.

Dream – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan bahwa perempuan, terutama perempuan pengusaha, enggan mengakses pembiayaan ke perbankan. Ada tiga alasan yang membuat wanita ogah melakukan hal itu. 

“ Ada tiga alasan utama mengapa perempuan pengusaha tidak meminjam dari bank,” kata dia dalam acara “ Toronto Centre for Global Leadership in Financial Supervison” di Bali, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 12 Oktober 2018.

Alasan pertama, kata Sri Mulyani, tingkat bunganya lebih tinggi daripada pinjaman dari keluarga atau teman. Kedua, prosedur dan dokumen yang dibutuhkan rumit. Ketiga, kurangnya kebutuhan atau keinginan.

“ Selain itu, persyaratan bank yang mewajibkan adanya agunan menjadi alasan lain mengapa pemilik usaha kecil, khususnya perempuan, tidak meminjam dari bank,” kata dia.

Sri Mulyani mengatakan perempuan cenderung menggunakan sebagian dari hasil mereka untuk berinvestasi dalam modal. Sayangnya, beberapa wanita tak bisa membuat keputusan ini secara independen karena bergantung pada pemangku kepentingan lain atau anggota keluarga.

Dia mengatakan pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan akses perempuan terhadap pembiayaan. Memberikan kesempatan akses keuangan tak hanya bagus untuk perempuan, tapi juga keluarganya.

“ Peningkatan akses keuangan bagi perempuan menjadi semakin mendesak, bukan hanya karena kebutuhan untuk mengatasi masalah ketidaksetaraan, melainkan juga sifat demografinya,” kata dia.

Salah satunya adalah mengucurkan dana kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tahun ini, pemerintah mengucurkan dana Rp123,53 triliun untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Tak hanya itu, pemerintah juga meluncurkan dan menyalurkan skema kredit untuk usaha ultra mikro (UMi). Untuk melengkapi skema-skema ini, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM, telah mengalokasikan sekitar Rp100 miliar pada 2018, untuk membiayai perusahaan-perusahaan startup melalui lembaga pengelolaan dana dengan suku bunga rendah, 4,5 persen per tahun.(Sah)

1 dari 1 halaman

Gunakan Teknologi

Sri Mulyani mengatakan pemerintah menggunakan teknologi untuk meningkatkan akses keuangan bagi perempuan. Misalnya, pemerintah mentransfer bantuan dana kepada masyarakat miskin melalui rekeniing bank. Kalau dulu, pemerintah menggunakan pos untuk mendistribusikan uang bantuan.

“ Sekarang pemerintah langsung mengirimkan ke rekening bank, langsung ke keluarga miskin. Ini juga menghilangkan biaya tinggi dalam melaksanakan kebijakan,” kata dia.

Mantan pejabat Bank Dunia ini juga belajar dari pemerintah Kanada untuk menerapkan kebijakan. Sri Mulyani mengatakan menteri keuangan Kanada selalu bertanya dan melihat dampaknya kepada perempuan ketika membuat dan menerapkan kebijakan. 

Beri Komentar