Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Membeberkan Alasan Wanita Sungkan Meminjam Uang Ke Bank. (Foto: Akun Facebook @smindrawati)
Dream – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan bahwa perempuan, terutama perempuan pengusaha, enggan mengakses pembiayaan ke perbankan. Ada tiga alasan yang membuat wanita ogah melakukan hal itu.
“ Ada tiga alasan utama mengapa perempuan pengusaha tidak meminjam dari bank,” kata dia dalam acara “ Toronto Centre for Global Leadership in Financial Supervison” di Bali, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 12 Oktober 2018.
Alasan pertama, kata Sri Mulyani, tingkat bunganya lebih tinggi daripada pinjaman dari keluarga atau teman. Kedua, prosedur dan dokumen yang dibutuhkan rumit. Ketiga, kurangnya kebutuhan atau keinginan.
“ Selain itu, persyaratan bank yang mewajibkan adanya agunan menjadi alasan lain mengapa pemilik usaha kecil, khususnya perempuan, tidak meminjam dari bank,” kata dia.
Sri Mulyani mengatakan perempuan cenderung menggunakan sebagian dari hasil mereka untuk berinvestasi dalam modal. Sayangnya, beberapa wanita tak bisa membuat keputusan ini secara independen karena bergantung pada pemangku kepentingan lain atau anggota keluarga.
Dia mengatakan pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan akses perempuan terhadap pembiayaan. Memberikan kesempatan akses keuangan tak hanya bagus untuk perempuan, tapi juga keluarganya.
“ Peningkatan akses keuangan bagi perempuan menjadi semakin mendesak, bukan hanya karena kebutuhan untuk mengatasi masalah ketidaksetaraan, melainkan juga sifat demografinya,” kata dia.
Salah satunya adalah mengucurkan dana kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tahun ini, pemerintah mengucurkan dana Rp123,53 triliun untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Tak hanya itu, pemerintah juga meluncurkan dan menyalurkan skema kredit untuk usaha ultra mikro (UMi). Untuk melengkapi skema-skema ini, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM, telah mengalokasikan sekitar Rp100 miliar pada 2018, untuk membiayai perusahaan-perusahaan startup melalui lembaga pengelolaan dana dengan suku bunga rendah, 4,5 persen per tahun.(Sah)
Sri Mulyani mengatakan pemerintah menggunakan teknologi untuk meningkatkan akses keuangan bagi perempuan. Misalnya, pemerintah mentransfer bantuan dana kepada masyarakat miskin melalui rekeniing bank. Kalau dulu, pemerintah menggunakan pos untuk mendistribusikan uang bantuan.
“ Sekarang pemerintah langsung mengirimkan ke rekening bank, langsung ke keluarga miskin. Ini juga menghilangkan biaya tinggi dalam melaksanakan kebijakan,” kata dia.
Mantan pejabat Bank Dunia ini juga belajar dari pemerintah Kanada untuk menerapkan kebijakan. Sri Mulyani mengatakan menteri keuangan Kanada selalu bertanya dan melihat dampaknya kepada perempuan ketika membuat dan menerapkan kebijakan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya