Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Duh, Indeks Syariah Turun Lagi.
Dream - Bursa saham Indonesia dan regional tertekan oleh penurunan tajam indeks Wall Street. Sentimen negatif ini membuat indeks saham syariah yang kemarin ditutup menguat kembali terseret masuk zona negatif.
Investor lokal juga cenderung wait and ser menunggu data perekonomian neraca perdagangan Indonesia yang akan diumumkan 15 Oktober mendatang.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 11 Oktober 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia melorot 2,895 poin (1,67%) ke level 169,957. ISSI melemah seharian setelah dibuka melemah di level 170,539. ISSI bahkan terseret ke posisi terendah di 168,831.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) mencatat pelemahan yang lebih dalam. Dengan 26 emiten unggulan syariah yang terkoreksi, JII terpangkas sampai 13,129 poin (2,05%) ke level 627,169.
Begitu pula dengan indeks JII70 yang terperosok 4,394 poin (2,07%) ke level 208,032.
Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) longsor dari level 5800. Menutup sesi perdagangan, IHSG merosot 117,846 poin (2,02%) ke level 5.702,822.
Aksi jual investor mendorong harga 223 saham syariah terjun bebas. Hingga sesi paska-penutpan, total perdagangannya mencapai Rp3,56 triliun dengan volume transaksi turun menjadi 49,77 miliar saham.
Seluruh indeks sektoral kebakaran. Investor menjual saham di sektor industri aneka, keuangan, pertambangan, industri dasar, dan perdagangan. Kelima indeks ini turun masing-masing sebesar 2,92 persen, 2,68 persen, 2,46 persen, 2,23 persen, dan 2,04 persen.
Emiten keping biru syariah yang dilirik investor kali ini adalah BRPT, CTRA, dan TPIA. Harga ketiga saham ini terangkat Rp45, Rp20, dan Rp10.
Sebaliknya, yang merosot harganya adalah UNTR yang sahanya melemah Rp900, UNVR Rp800, IMTG Rp525, INTP Rp425, dan LPPF Rp275.
Kondisi kurang menyenangkan juga melanda pasar keuangan. Mata uang Negeri Paman Sam kembali menunjukan tajinya dengan bergerak menguat seharian.
Pada pukul 16.13 WIB, dollar AS berada di level Rp15.291 atau menguat 91 poin (0,60%) dari pembukaan perdagangan di level Rp15.247.
Jelang sore ini, atau sekitar pukul 16.50 WIB, dollar AS malah kembali menguat dan menyentuh Rp15.306. Posisi terkuat dollar AS hari ini berada di level Rp15.313.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya