Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Merdeka.com)
Dream - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sudah terkontraksi 5,32 persen pada kuartal II 2020 akan berlanjut hingga akhir tahun.
Berdasarkan poryeksi yang dipaparkan, ia memperkirakan ekonomi Indonesia akan negatif 1 persen pada kuartal III 2020. Kemudian, kembali negatif 1,38 persen pada kuartal IV 2020.
Dengan begitu, ia memperkirakan ekonomi nasional akan minus 0,49 persen pada keseluruhan tahun.
" Diharapkan di kuartal III ini bisa membaik dengan prediksi minus 2 persen sampai minus 1 persen atau bahkan kita berharap bisa masuk ke positif," ungkap Airlangga dalam acara webinar di Jakarta, Selasa 11 Agustus 2020.
Dengan proyeksi yang kian memburuk, Airlangga memastikan pemerintah terus berusaha mempercepat penyaluran anggaran penanganan dampak pandemi Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pemerintah menganggarkan dana mencapai Rp695,2 triliun untuk kedua program.
Anggaran itu terbagi untuk kesehatan Rp87,55 triliun, perlindungan sosial Rp203,9 triliun, stimulus UMKM Rp123,46 triliun, sektoral kementerian/lembaga dan pemda Rp106,11 triliun, pembiayaan korporasi Rp53,57 triliun, dan insentif usaha Rp120,61 triliun.
Menurut data yang diterima, per 6 Agustus 2020, realisasi penggunaan anggaran baru mencapai Rp151,25 triliun atau 21,75 persen dari total pagu. Ia menargetkan pemerintah bisa membelanjakan anggaran tersebut lebih maksimal pada kuartal III 2020.
" Oleh karena itu kami harus mendorong belanja pemerintah ataupun spending daripada masyarakat, diberi rasa nyaman dan aman agar ekonomi bisa berjalan," katanya.
Walaupun proyeksi ekonomi Indonesia memburuk pada kuartal III dan IV 2020, namun Airlangga mengatakan kondisi Indonesia lebih baik ketimbag negara lain. Sebab, banyak negara yang telah jatuh ke jurang resesi sejak kuartal II 2020.
Negara-negara yang perekonomiannya jatuh pada kuartal II 2020, yaitu Korea Selatan minus 2,9 persen, Jepang minus 8,8 persen, Hong Kong minus 9 persen, Amerika Serikat minus 9,5 persen, Jerman minus 11,7 persen, Uni Eropa minus 15 persen, Prancis minus 19 persen, dan Inggris minus 19,9 persen.
Kemudian ada pula Malaysia minus 8,4 persen, Thailand minus 11,05 persen, Brasil minus 12,3 persen, Singapura minus 12,6 persen, Filipina minus 16,5 persen, dan Argentina minus 16,7 persen.
" Beberapa negara lain termasuk Brasil, Argentina, dan India pun jatuh lebih dalam minus 18,92 persen," tuturnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya