Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Ilustrasi
Dream - Rencana merger bank syariah BUMN dinilai bakal berdampak besar terhadap sektor keuangan syariah di Indonesia. Jika rencana itu berjalan, Indonesia akan memiliki entitas bank syariah yang setara dengan Dubai Islamic Bank milik Uni Emirat Arab.
" Merger bank syariah BUMN adalah langkah positif di dalam memperkuatkan sinergi dan bisa memberikan pelayanan yang lebih bersih dan produk yang lebih menarik," ujar CEO Grup Syailendra Asia, Salinah Nordin, dalam keterangan tertulis diterima Dream.
Salinah mengingatkan bank syariah harus bersih dan transparan dalam menjalankan bisnisnya. Hal itu menjadi modal agar bisa bersaing terutama dengan bank konvensional.
" Bank syariah di global seperti Dubai Islamic Bank, nasabahnya sangat besar dari kalangan non-Muslim, ini menunjukkan bahwa bank itu bersih, transparan dan sangat kompetitif dalam bersaing dengan bank konvensional," kata Salinah.

CEO Grup Syailendra Asia, Salinah Nordin (Istimewa)
Dia menilai hal terpenting dalam merger bank syariah BUMN yaitu penerapan prosedur baru yang menjamin perbaikan pelayanan terhadap nasabah. Juga perlunya penerapan azas keterbukaan dalam dana nasabah.
" Yang penting merger antar-bank syariah BUMN bisa menerapkan proses dan prosedur yang terbaik untuk kualitas pelayanan pada nasabah, transparan dan bersih. Karena merger ini akan membuat bank syariah BUMN menjadi bank terbesar dan sangat kompetitif," kata dia.
Salinah menerangkan market share bank syariah dengan bank konvensional saat ini masih berada di kisaran 6 persen. Pembiayaan di kisaran 6,38 persen, dana pihak ketiga atau dana masyarakat yang berhasil dihimpun 6,7 persen.
Dari sisi aset, total aset seluruh bank syariah baru Rp537 triliun. Sedangkan perbankan konvensional total asetmya sudah di angka Rp8.402 triliun.
Meski demikian, Salinah menyatakan ada peluang bagi perbankan syariah untuk terus tumbuh. Terutama jika dilihat dari sisi pertumbuhan aset perbankan syariah selalu 2 digit tiap tahunnya.
Rencana merger bank syariah BUMN sempat digulirkan Menteri BUMN Erick Thohir dan akan dijalankan pada kuartal I 2021. Erick menyatakan bergabungnya bank-bank syariah BUMN akan membuka opsi pendanaan yang lebih luas di dalam negeri.
" Untuk beberapa bank, kita juga sedang kaji, bank-bank syariah ini jadi satu. Insya Allah Februari tahun depan jadi satu, Bank Syariah Mandiri, BRI, supaya juga ada opsi-opsi pendanaan bagi yang percaya bisnis syariah," terang Erick.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa