Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Pertamina.com
Dream - Direktur Utama PT Pertamina Persero Tbk, Nicke Widyawati mengungkapkan kenaikan harga BBM Nonsubsidi jenis Pertamax tak lantas membuat perusahaan untung. Sebaliknya, Pertamina masih merugi dalam penjualan bahan bakar dengan oktan 92 itu.
Selain Pertalite dan Solar, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) lebi dari sepekan yang telah memutuskan menaikkan harga jual Pertamax Rp2.000 per liter. Dengan harga baru ini, Pertamina menjual Pertamax Rp 14.500 per liter.
Menurut Nicke, kerugian dari menjual harga Pertamax masih harus ditanggung Pertamina meskipun penetapan harga mengikuti harga jual minyak dunia (ICP). Selain pertalite dan solar, pemerintah juga masih ikut turun tangan mengatur harga BBM jenis pertamax.
Dengan masih adanya keterlibatan pemerintah, harga BBM Pertamax yang dijual ke masyarakat masih selalu di bawah nilai keekonomiannya. Alih-alih mendapatkan kompensasi dari pemerintah, Pertamina justru harus menanggung selisih harga tersebut.
" Khusus Pertamax ini selisihnya ditanggung Pertamina," kata Nicke dikutip dari laman Liputan6.com, Minggu, 11 September 2022.
Nicke menjelaskan, dalam ketentuan, Pertamax sebenarnya masuk dalam kategori jenis bahan bakar umum (JBU) yang harganya fluktuatif dan disesuaikan dengan ICP. Namun sekarang pemerintah tetap ikut menetapkan harga penjualan Pertamax.
Dia menegaskan, dengan skema penetapan harga tersebut pihaknya tidak mendapatkan subsidi atau pun kompensasi dari pemerintah. " Tidak ada (kompensasi) itu beban Pertamina," ungkapnya.
Bukan tanpa alasan, penjualan Pertamax yang mengikuti harga keekonomiannya bisa mendorong masyarakat beralih menggunakan BBM subsidi seperti Pertalite. Artinya, bisa berdampak ke besarnya subsidi dan kompensasi yang dibayarkan pemerintah.
Apalagi berdasarkan data Pertamina, sekarang penjualan BBM subsidi mencapai 87 persen dari total penjualan.
" Kalau Pertamax disesuaikan dengan marketplace ini bakal banyak yang pindah ke Pertalite dan which is beban subsidinya makin naik," tutur Nicke.
Dia mengakui kalau dilihat berdasarkan penjualan per produk, Pertamina rugi menjual Pertamax. Sehingga pihaknya melakukan subsidi silang dari bisnis lain untuk menutupi kerugian tersebut.
" Saat harga minyak naik, kita dapat windfall dari hulu dan ada beban di hilir. Makanya ini subsidi silang," kata dia.
Sebagai perusahaan milik negara, Pertamina kata Nicke harus bisa membantu pemerintah. Dalam hal ini menjaga daya beli masyarakat.
" Itu lah BUMN yang membedakannya, kita harus bantu daya beli masyarakat juga," kata dia.
Namun disisi lain juga harus menyehatkan APBN dan badan usaha. Keseimbangan yang dijaga ini membuat akhir tahun lalu Pertamina masih bisa meraup keuntungan.
" Makanya tahun lalu kita masih dapat keuntungan dan ini kita coba atur sedemikan rupa," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya