Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wanita Ini Menjadi Pebisnis Sukses Ketika Berusia 45 Tahun. (Foto: Succed Feed)
Dream – Saat mendatangi pusat startup terkenal dunia, Silicon Valey, kamu akan heran karena sulit menemukan seorang perempuan di jajaran pencipta dari ribuan perusahaan di tempat itu. Tapi bukan berarti tak ada.
Mayoritas para pencipta di tempat inkubasi itu memang didominasi para pria muda. Namun terselip seorang wanita yang sukses menjadi miliarder dari bisnis yang berkembang beberapa tahun terakhir itu.
Yang mengejutkan, wanita itu tak lagi muda. Dia sudah berusia 45 tahun saat merintis bisnisnya.
Dikutip dari Liputan6.com, Rabu 11 Juli 2018, wanita miliarder itu bernama Mary Kay Ash. Lahir pada 12 Mei 1918, Mary sempat menjual buku dari pintu ke pintu dan bekerja di perusahaan produk rumah.
Awal kesuksesannya menghampirinya di tahun 1963. Ketika itu, dia keluar dari perusahaanya karena tak diberikan promosi. Yang diberikan promosi justru pria yang dia latih.
Mary memutuskan menulis buku untuk para perempuan yang ingin sukses. Dia juga membuat bisnis bersama putranya, yaitu bisnis kosmetik yang bernama Mary Kay. Usaha ini didirikan ketika dia mulai menjanda.
Ketika membangun bisnis, Mary menerapkan prinsip Golden Rule di perusahaannya, yaitu memperlakukan orang lain sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan. Dia juga menekankan kultur agar pegawai di perusahaanya menghargai orang lain seperti orang penting.
Mary Kay Ash meninggal dunia pada 22 November 2001 di usia 83 tahun. Sampai saat ini, perusahaan Mary Kay masih setia mengikuti prinsip yang dibuat oleh miliarder itu.
Kerennya, pebisnis ini tak memprioritaskan bisnis di urutan pertama. Justru, bisnis ada di urutan ketiga. Yang menjadi urutan pertama dan kedua adalah iman dan keluarga.
Prinisip ini memperkuat budaya sukses di perusahaan yang dibangunnya. Pada 2015, pendapatan perusahan Mary Kay mencapai US$3,7 miliar (Rp53,1 triliun).
(Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya