Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Forbes.com
Dream - Kisah pengusaha teknologi sekaligus miliuner ini bisa menjadi inspirasi Sahabat Dream. Dia adalah Romesh Wadhwani, pria yang pernah memiliki uang hanya US$2,5 atau sekitar Rp35.000 dalam kantongnya. Kini, dia punya kekayaan mencapai US$3,5 miliar atau sekitar Rp50 triliun.
Wadhwani merupakan miliuner lulusan Universitas Carnegie Mellon dengan gelar Ph.D. Ketika datang ke Amerika Serikat untuk meraih gelar Ph.D di Carnegie Mellon, Wadhwani hanya mengantongi uang kurang dari US$2,50 di sakunya.
" Mahasiswa asing seperti saya masih dipandang sebagai individu yang selalu ingin tahu," kata miliuner keturunan India itu dalam sebuah wawancara video dengan Forbes.com, Selasa 11 Januari 2022.
" Itu bukanlah perjalanan yang mudah. Saya telah melewati ratusan rintangan dalam karier dan bisnis saya," tambah dia.
Dengan usaha yang pantang menyerahnya, Wadhwani mulai mengumpulkan kekayaannya ketika dia menjual perusahaan perangkat lunak, B2B Aspect Development, seharga US$9,3 miliar dalam bentuk saham ke i2 Technologies pada tahun 1999.
Kemudian, Wadhwani juga membangun perusahaan ekuitas swasta, Symphony Technology Group menjadi portofolio pembangkit tenaga listrik.
Namun di tahun 2017, setelah mengundurkan diri sebagai CEO Symphony Technology Group, dia memutuskan untuk memulai SymphonyAI yang berbasis di Los Altos, California.
Pada saat itu, terobosan dalam komputasi dan kumpulan data yang sangat besar telah mendorong ide untuk membentuk startup dan aplikasi kecerdasan buatan.
Wadhwani secara terbuka berkomitmen untuk menginvestasikan uang sebesar US$1 miliar dari kekayaannya untuk meningkatkan skala bisnis, meskipun ia belum memasukkan dana sebanyak itu.
Wadhwani mengatakan bahwa pendapatan SymphonyAI tahun lalu mencapai US$220 juta (dengan ConcertAI menambahkan keuntungan lagi US$130 juta) dan diperkirakan akan mencapai US$300 juta tahun ini, dengan pendapatan USD 200 juta lagi untuk ConcertAI.
" Perusahaan yang bergerak dalam pemanfaatan Kecerdasan Buatan masih dalam masa pertumbuhan," kata Wadhwani.
Romesh Wadhwani, mengundurkan diri sebagai CEO perusahaan yang bergerak di pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI), SymphonyAI, dan posisinya digantikan oleh Sanjay Dhawan, yang merupakan CEO perusahaan AI otomotif, Cerence hingga bulan lalu.
Pria 75 tahun ini mengatakan bahwa pergeseran di puncak membatasi serangkaian perubahan manajemen, termasuk CFO baru dan CTO baru datang sebagai bagian dari pertimbangan untuk penawaran umum potensial di masa depan.
" Secara langsung, kemunculan perusahaan di publik itu adalah peluang yang ingin kami pertimbangkan, 18 bulan, 24 bulan dari sekarang," kata Wadhwani.
" Banyak tergantung pada kondisi pasar. Ini adalah kesempatan yang ingin kami pertimbangkan dan siapkan," imbuhnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya