Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Foto: Tangkapan Layar Akun Instagram @airlanggahartarto_official
Dream - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah mengalokasikan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada 2022 mencapai Rp451 triliun. Salah satu program yang dipersiapkan adalah Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) Ditanggung Pemerintah (DTP).
Program PEN 2022 telah disampaikan dalam rapat terbatas dengan topik Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, melalui konferensi video pada Minggu, 16 Januari 2022.
Menurut Airlangga, anggaran PEN 2022 nantinya akan dialokasikan untuk kesehatan, perlindungan sosial, dan fasilitas fiskal untuk beberapa sektor, UKM, dan korporasi.
“ Bapak Presiden tadi telah menyetujui beberapa program yang terkait dengan PEN,” ujar Airlangga, dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet, Minggu, 16 Januari 2022.
Khusus untuk program pemberian fasilitas tarif PPnBM di sektor otomotif, pemerintah membaginya berdasarkan kapasitas mesin dari mobil yang diproduksi perusahaan.
Untuk kendaraan dengan harga penjualan di bawah Rp200 juta seperti mobil low cost green car atau LCGC yang saat ini diberlakukan sebesar 3 persen, pemerintah menyiapkan tiga strategi pemberian fasilitan pajak nol persen.
Di tiga bulan pertama 2022, pemerintah akan menanggung seluruh PPnBM yang sebesar 3 persen. Dengan kata lain PPnBM akan ditanggung seluruhnya oleh pemerintah.
Di kuartal III, besaran fasilitas PPnBM akan diturunkan pemerintah menjadi sebesar 2 persen dari seharusnya 3 persen. Berlanjut PPnBM DTP sebesar 1 persen pada periode Juli-September 2021.
“ Dan di kuartal keempat bayar penuh yaitu sesuai dengan tarifnya yaitu 3 persen,” jelas Airlangga.
Strategi pentahapan juga diberlakukan untuk kendaraan dengan nilai jual antara Rp200 juta-250 juta. Perbedaannya adalah pemerintah tidak menanggung seluruh PPnBM pada tiga bulan pertama 2022.
Untuk kendaraan bermotor roda empat dengan harga jual Rp200-250 juta yang tarif PPnBM-nya 15 persen, Airlangga menjelaskan, PPnBM akan ditanggung pemerintah sebesar 50 persen di kuartal pertama atau hanya membayar 7,5 persen.
Perbedaan lain untuk kebijakan PPnBM dengan mobil rakyat adalah pemerintah hanya memberlakukan kebijakan bebas pajak PPnBM sebanyak satu kali.
“ Di kuartal kedua sudah mulai membayar full di 15 persen,” ucapnya.
Program lainnya yang disetujui Kepala Negara adalah strategi front loading untuk bantuan sosial dalam rangka perluasan program bantuan tunai untuk pedagang kaki lima (PKL) atau warung dan nelayan.
Untuk program ini, pemerintah menetapkan jumlah peserta sebanyak 2,76 juta orang, 1 juta PKL dan pemilik warung, dan 1,76 juta nelayan atau penduduk miskin ekstrem. Para penerima bantuan ini akan mendapat dana Rp600 ribu per orang.
" Ini akan segera dilaksanakan dan juga bapak Presiden setuju bahwa untuk perlindungan sosial akan dilakukan front loading di kuartal pertama,” tuturnya.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya