Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Ilustrasi Beli Rumah. (Foto: Shutterstock)
Dream – Minat warga asing membeli properti di Tanah Air terus meningkat. Hal ini berdasarkan temuan dari jumlah orang yang mencari properti di portal perusahaan ini.
Dikutip dari keterangan tertulis Lamudi yang diterima Dream, Minggu 14 April 2019, sepanjang 2018, jumlah pencairan properti dari negara lain ke Indonesia meningkat 15 persen kalau dibandingkan dengan 2017.
Warga negara asing yang paling banyak mencari properti di Indonesia berasal dari Malaysia, Singapura dan Australia. Orang-orang ini mencari informasi properti di kawasan Jakarta, Bali, dan Batam.
Managing Director Lamudi.co.id, Mart Polman, mengatakan salah satu faktor yang membuat WNA tertarik membeli properti di Indonesia adalah harganya relatif lebih murah daripada negara-negara lain di kawasan Asia.
Tak hanya itu, Indonesia juga punya lokasi wisata kelas dunia.
“ Faktor inilah yang juga mendorong banyak WNA untuk membeli hunian di Indonesia sebagai tempat tinggal sementara ketika berlibur ke negeri ini,” kata Mart.
Mart mengatakan faktor bisnis juga menjadi pemicu meningkatnya pencarian properti di Indonesia. Banyak ekspatriat datang ke Indonesia untuk bekerja sama.
“ Mereka membutuhkan tempat tinggal yang memadai sebagai penunjang aktivitas,” kata dia.
Mart juga mengimbau WNA yang ingin membeli hunian di sini untuk mencari tahu tentang syarat dan hukum pembelian properti di Indonesia. Misalnya, calon pembeli harus mengantongi dokumen tinggal sementara.
“ Contohnya seperti harus memiliki KITAS (Kartu Izin Tinggal Sementara), jenis sertifikat hingga batasan harga properti yang bisa dibeli,” kata dia. (ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya