7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Mixue (Shutterstock)
Dream - Gerai es krim Mixue Bingcheng yang lebih terkenal dengan sebutan Mixue menjamur di banyak tempat di daerah. Harganya yang murah menjadi daya tarik es krim asal China ini untuk merebut hati calon pembeli.
Bagaimana tidak disebut murah, satu porsi es krim cone berukuran besar harganya hanya Rp8 ribu saja. Tercatat harga paling mahal dibanderol Rp16 ribu. Sementara untuk milk tea dibanderol Rp10 ribu hingga Rp22 ribu, tergantung varian dan topping.
Ekspansi gerai Mixue memang terbilang cukup pesat. Kini kamu hampir bisa menemukan es krim ini di sepanjang jalan. Dengan popularitasnya, banyak orang berminta untuk menjadi mitra dan mengadu untung lewat harga jual murah.
Yang menjadi banyak pertanyaan banyak orang, kenapa harganya bisa murah?
Melansir Foodtalks, Mixue pertama kali didirikan pada 1997 oleh Zhang Hongchaio. Modal awalnya sebesar 4.000 yuan atau sekitar Rp8,9 juta.
Hingga pada 2007, Zhang membuka waralaba atau franchise yang berhasil mendirikan lusinan toko di Provinsi Henan, tempat kantor pusat Mixue berada.
Mixue secara resmi menjadi perusahaan pada 2008. Di tahun itu jumlah toko waralabanya melebihi 180.
Kemudian pada 2010 Mixue Bingcheng memilih untuk bekerja sama dengan Zhengzhou Baodao Trading Co., Ltd. untuk mengembangkan waralaba di seluruh negeri.

Hingga pada 2012 Mixue Bingcheng membangun pabrik pusat untuk menguasai rantai pasok dan mencapai swasembada. Tak sampai di situ, pada 2014, perusahaan mendirikan pusat logistik di Kota Jiaozuo, Provinsi Henan, untuk mengirimkan materi gratis kepada seluruh cabang.
Karena faktor itulah Mixue mempunyai pusat pergudangan dan logistiknya sendiri. Biaya inventaris serta biaya penyimpanan pun berkurang. Mixue menjadi merek minuman pertama di China yang pengiriman logistiknya gratis.

Upaya lain yang dikembangkan Mixue adalah membuka jalur pengadaan bahan baku, area produksi teh, dan pabrik produksi bahan bakunya sendiri. Biaya bahan baku Mixue pun menjadi lebih rendah sekitar 20 persen daripada kompetitor.
Hingga demikian lingkaran bisnis Mixue Bingcheng terbangun mulai dari bahan mentah, logistik, hingga toko waralaba.
Inisiatif lain yang dihadirkan adalah Mixue Bingcheng memberikan dana pinjaman tanpa bunga hingga puluhan juta kepada pewaralaba setiap tahun untuk menyelesaikan masalah keuangan mereka saat membuka gerai Mixue baru.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?