Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Liputan6.com)
Dream - Prediksi peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) soal potensi terjadinya badai di kawasan Jabodetabek pada 28 Desember 2022 tidak terbukti. Jakarta memang diguyur hujan sepanjang hari itu, namun beruntung tidak terjadi badai besar.
Tidak terjadinya badai pada Rabu kemarin memang harus disyukuri. Prediksi tentang potensi cuaca maupun bencana memang tidak harus terjadi sesuai perkiraan meski didasari rumusan ilmiah.
Meski demikian di media sosial, warganet justru ‘mengamuk’ dan menuding BRIN hanya menyebar hoaks. Cuitan soal potensi badai itu dianggap telah memantik kepanikan masyarakat.
BRIN sebenarnya tidak pernah mengeluarkan pernyataan secara resmi sebagai lembaga. Peringatan potensi badai di Jabodetabek itu hanya dikeluarkan oleh Peneliti Klimatologi dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfir BRIN, Erma Yulihastin, lewat kicauan Twitter pribadi.
" Badai dahsyat dari laut akan dipindahkan ke darat melalui dua jalur: dari barat melalui angin baratan yang membawa hujan badai dari laut (westerly burst) dan dari utara melalui angin permukaan yg kuat (northerly, CENS). Maka Banten dan Jakarta-Bekasi akan menjadi lokasi sentral tempat serangan badai tersebut dimulai sejak siang hingga malam hari pada 28 Desember 2022," tulis Erma pada akun Twitternya.
Berikut ini beberapa kritikan dari warganet Twitter yang kesal dengan prediksi dari peneliti BRIN tersebut.
“ BMKG dan Brin buat sensasi yg memprediksi bhw tgl 28 /12 bakal ada bencana angin kencang, badai shg rakyat timbul rasa takut. prediksi tsb meleset jauh,jakarta dan sekitar nya cerah selama ini BMKG dan Brin tdk pernah tepat prediksi cuaca atau bencana,” tulis akun @auliamed.
“ lagi BRIN nih agak aneh kalo bisa keluarin statement prediksi cuaca. orang fungsi dan tugasnya aja udah beda, percayalah BMKG kalo urusan cuaca, mereka punya alat dan data akurat,” kata @hadisaputro_.
" Ketua BRIN harus bisa memberi Sanksi kpd personalnya yg menyebarkan informasi prediksi ini. Krn ybs bisa dijerat oleh UU ITE. Alasannya 1. Ini Bukan kewenangan dr BRIN menyebarkan informasi terkait perkiraan cuaca ke publik, krn Ini ranahnya dan tg jwbnya BMKG," kata @Bpeye.
" BMKG kalau bikin ramalan cuaca bahasa yg digunakan, hujan dgn intensitas rendah, sedang, tinggi, atau paling banter pakai istilah cuaca ekstrem. Ibu2 BRIN kemarin pakai istilah badai dahsyat, penggunaan istilah begini yg membuat orang2 jd resah," kata akun @hari_bdl.
" Sumber kegaduhan adalah berita hoax yg dibuat oleh BRIN. Berlagak scietific tapi faktanya hanya sprt tukang nujum," ungkap akun @Rawit234234.
" Sialan BRIN. Gua udah terlanjur ngirim prediksi badai ekstrem ke grup WA keluarga. Sekarang gua keliatan kaya bapak2 boomer nyebar hoax," ujar akun @markucal.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya