4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Instagram @jktinfo
Dream - Kepala Badan Pertanahan Nasional Kota Depok, Indra Gunawan, mengungkap nasib terbaru rumah viral yang berada di tengah proyek Jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) pada seksi III B yang menghubungkan Serpong-Cinere.
Rumah tersebut telah dibongkar usai ramai di media sosial dan ahli waris telah mendapatkan ganti rugi. Indra mengakui, sebelumnya belum dibongkar karena ada persoalan hukum terkait kepemilikan bidang tanah.
" Sebelumnya ada persoalan hukum. Rumah tersebut milik almarhum Supartini. Banyak ahli warisnya. Mengumpulkan ahli waris ini tidak mudah," ujar Indra dikutip dari Liputan6.com, Rabu 26 Juli 2023.
Satu-satunya rumah yang berada di proyek Jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) itu dibongkar pada Senin, 24 Juli 2023. Selain itu, pembayaran terhadap lahan dan rumah dibanderol harga senilai hampir Rp1,4 miliar.
" Kemarin sore, Senin 24 Juli 2023, sudah dibongkar. Paginya sudah dilakukan pembayaran hampir Rp1,4 miliar. Untuk tanah 99 meter persegi Rp530 juta dan rumah seluas 91 meter persegi Rp862 juta," kata Indra.
Tol Cijago sendiri menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan panjang jalan 14,64 kilometer dan terdiri dalam tiga seksi. Seksi pertama (Raya Bogor-Jagorawi) beroperasi sejak 2012. Seksi 2 (Kukusan-Raya Bogor) beroperasi sejak 2019. Seksi 3 (Limo-Kukusan) telah beroperasi sebagian dan dalam tahap penyelesaian.
Tol Cijago juga salah satu ruas utama dari jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road-2 (JORR-2).
Dream - Pemerintah terus menggenjot pembangunan insfrastruktur, salah satunya pembuatan jalan tol. Jalan bebas hambatan berbayar ini merupakan insfrastruktur penting karena menyangkut distribusi barang.
Dengan makin lancarnya distribusi barang, perekonomian pun semakin maju dan berkembang. Sayangnya, salah satu kendala klasik saat pembangunan jalan tol adalah masalah pembebasan lahan.
Tidak sedikit kasus pemilik lahan bertahan dengan tanahnya dengan alasan dihargai terlalu murah.
Akibatnya rumah itu jadi 'penghuni' terakhir sementara lingkungannya sudah lenyap akibat pembangunan jalan tol.
Baru-baru ini viral sebuah pemandangan unik ketika sebuah rumah berdiri sendirian di atas gundukan tanah di tengah-tengah pembangunan jalan tol Cijago seksi 3B.
Penampakan rumah masih bertahan sendirian sementara sekitarnya sudah rata dengan tanah di tengah tol itu diunggah oleh akun Instagram @jktinfo.
Dilihat dari foto-foto yang diambi menggunakan drone, posisi rumah tersebut berada tepat di gerbang tol LIMO 2.

Jalan tol itu sendiri menghubungkan wilayah Serpong, Cinere, dan Tol Jagorawi di Limo, Depok, Jawa Barat.
Bagaikan sebuah maket, rumah itu tampak berdiri di atas gundukan lengkap dengan pagar dan pohon-pohonnya.

Gundukan itu sengaja disisakan agar rumah tersebut tetap berdiri dengan kokohnya. Tapi sayang, tidak ada aksen ke jalan dari rumah itu.
Akibatnya penghuni rumah dipastikan tidak bisa ke mana-mana karena posisi rumahnya lebih tinggi dari jalan tol di sekitarnya.
Namun jika diperhatikan dengan teliti, rumah berdiri sendirian di tengah tol itu tampaknya sudah kosong ditinggalkan penghuninya.

Selain itu, kondisi bangunan rumah itu sudah terlihat banyak yang mengalami kerusakan di sana sini.
Bertahannya rumah di tengah tol itu kemungkinan karena lagu lama yaitu masalah pembebasan lahan yang tak kunjung selesai.
Penampakan rumah berdiri sendirian di atas bukit di antara aktivitas pembangunan jalan tol itu menuai beragam komentar.

" Udah nyerah aja.. Dari pada nanti ditawar lebih murah dari harga sekarang.."
" Harga jual turun, air tanah harus bor lebih dalem lagi, polusi kendaraan, belum lagi malu diliatin pengendara jalanan kalo keluar."
" The real rumah dekat akses jalan tol WKWKWKWK."
" Ga ada harganya nanti, aksesnya mahal, beresiko, ga punya tetangga, polusi, bising."
Sumber: Instagram
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
