Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia pada Oktober 2015 mencapai 825,8 ribu kunjungan. Antrean ratusan ribu pelancong asing itu bertambah 2,11 persen dibandingkan Oktober 2014 yang tercatat sebanyak 808,8 ribu kunjungan.
Dibandingkan sebulan sebelumnya, jumlah kunjungan Wisman pada Oktober 2015 justru turun sebesar 4,99 persen.
Seperti dikutip dari keterangan resmi BPS, Selasa 1 Desember 2015, sepanjang Januari sampai Oktober 2015, Indonesi atelah dikunjungi 8,02 juta pelancong asing. Angka ini naik 3,38 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Bali masih menjadi destinasi utama para pelancong luar negeri dengan jumlah kunjungan lewat Bandara Ngurah Rai, Bali naik 8,12 persen pada Oktober 2015 dibandingkan Oktober 2014, atau sebanyak 366,8 ribu kunjungan.
Namun dibanding September 2015, jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali justru berkurang 3,33 persen.
Bertambahnya jumlah pelancong dibandingkan tahun lalu ini membuat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi mencapai rata-rata 56,60 persen atau naik 2,31 poin dibandingkan dengan TPK Oktober 2014 yang tercatat sebesar 54,29 persen.
Para pelancong baik dari dalam maupun luar negeri rata-rata menginap di hotel berbintang di 27 provinsi selama 1,92 hari, atau lebih cepat 0,06 poin, jika dibandingkan keadaan Oktober 2014.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya