7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Pabrik Danone-AQUA Ciherang, Bogor (Foto: Keisha Ritzska Salsabila)
Dream - Bertumpuknya sampah plastik, limbah pabrik serta polusi, memunculkan kekhawatiran. Kondisi tersebut tentu tak boleh dibiarkan.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga lingkungan. Salah satunya, yang dilakukan Danone-Aqua dengan mendirikan pabrik berkonsep Blue Operations.
Penamaan 'Blue' merujuk pada istilah baru untuk 'Hijau' bagi water division Danone-AQUA.
" Blue adalah istilah baru dari hijau untuk water division. Water division itu menggunakan istilah biru pada produk environment-nya," ujar Ida Mintarnik, SHE Manager Danone-AQUA, di pabrik Danone-AQUA Ciherang, Bogor, Rabu, 16 Oktober 2019.
Dengan Blue Operations ini, Danone-AQUA mendidik para pegawai agar menjadi ambassador lingkungan, yang dapat diterapkan tidak hanya di lingkungan kerja namun juga di lingkungan sekitarnya.
Ada pula lima pilar utama dari Blue Operations adalah ramah lingkungan, bijak berplastik, hemat air, hemat energi, blue in dan blue out. Pada pilar blue in inilah, edukasi kepada karyawan diterapkan.
Sedangkan blue out, adalah bagaimana Danone-AQUA mewujudkan visi nyata untuk mengedukasi masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

" Kita mendidik di sini untuk bertindak nyata di dalam mengendalikan penggunaan energi atau mengendalikan jejak karbon, kemudian di dalam mengendalikan kegunaan packaging atau yang menghasilkan limbah, dan dalam penggunaan air," ujar Ida.
Selain memberikan edukasi pada para karyawannya, pabrik Danone-AQUA juga membuat solar panel yang dimanfaatkan untuk aktivitas produksi. Di pabrik Danone-AQUA Ciherang, terdapat solar panel yang dapat menghasilkan 13% energi atau setara 770 Kwp yang dibutuhkan untuk kapasitas produksi per hari.

Solar panel akan berfungsi semakin maksimal ketika intensitas matahari semakin besar. Ada pula penampungan air hujan yang nantinya akan didistribusikan untuk keperluan domestik seperti air untuk mushola, sumur imbuhan, dan toliet.
Kapasitas penampungan air ini bisa mencapai 23 juta L per tahun. Agar upaya menjaga lingkungan semakin maksimal, pabrik ini mensegresi sampah organik, anorganik, dan limbah B3.
" Nah sampah organik, kita gunakan lagi sebagai kompos. Kompos ini nantinya akan digunakan untuk pemberian pupuk bagi tanaman yang ada di pabrik AQUA di Ciherang," ungkap Ida.
Laporan: Keisha Ritzska Salsabila
Dream - Pada Juni 2019, Inggris memperingati Hari Udara Bersih. Momen ini dimanfaatkan oleh orang-orang dan organisasi untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.
Perhatian serupa juga diperlihatkan produsen otomotif, Nissan, yang tak mau ketinggalan meramaikan momen ini.

Dikutip dari Auto Evolution, Minggu 2 Juni 2019, Nissan menjadi sebuah truk es krim tradisional bermesin untuk ajang unjuk giginya. Bermesin diesel, bahan bakar berupa solar memang terkenal tak ramah lingkungan.
Agar tetap bisa meramaikan Hari Udara Bersih dan orang-orang bisa menikmati es krim, produsen otomotif asal Jepang ini tak kehilangan akal. Nissan menggunakan kendaraan e-NV 2000 menjadi truk es krim.
Nissan menggandeng produsen es krim, Mackie's Scotland sebagai penyedia es krim.
Untuk menjaga bahan-bahan es krim tetap dingin, produsen otomotif ini tak menggunakan baterai berkapasitas 40 kWh, melainkan baterai portabel. Baterai ini berkapasitas total 1,4 kWh dan cocok digunakan untuk mesin es krim, freeze drawer, dan kulkas.
Saat baterai habis, mobil ini bisa diisi daya dengan power supply bertegangan 230 Volt. Untuk transaksi es krim, Nissan menyediakan reader untuk ponsel dan kartu bank.
Tak dijelaskan apakah Nissan akan mengkomersialkan kendaraan ini atau tidak.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?