Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Ilustrasi/ Foto: Pexels
Dream - Siapa sangka, sekantong pulpen lusuh dari toko barang bekas bisa berubah menjadi harta karun bernilai? Itulah yang dialami seorang wanita asal Ohio yang berbagi kisahnya di TikTok lewat akun @cosmicdealheather.
Dalam videonya, ia menunjukkan “ temuan ajaib” tersebut, sekantong pulpen yang ia beli hanya seharga US $3 (sekitar Rp48 ribu) ternyata memiliki nilai jual total mencapai sekitar $100 (lebih dari Rp1,6 juta).
Bukan sembarang pulpen, melainkan pulpen promosi farmasi. Barang yang dulu dibagikan gratis oleh perusahaan obat kepada dokter, sebelum akhirnya dilarang.
“ Anda mungkin bertanya, kenapa repot-repot beli sekantong pulpen tak berguna? Jawabannya, kalau itu pulpen dari perusahaan obat, harganya bisa mahal,” ujarnya.
Fenomena ini bermula dari perubahan aturan pada 2008, ketika industri farmasi sepakat menghentikan pemberian hadiah promosi termasuk pulpen, kaus, atau mainan keci kepada tenaga medis. Laporan American Medical Association Journal of Ethics tahun 2006 bahkan menunjukkan bahwa hadiah kecil pun bisa memengaruhi keputusan dokter dalam meresepkan obat.
Sejak aturan itu berlaku, barang-barang promosi lama yang masih beredar justru menjelma menjadi koleksi langka. Pulpen yang mempromosikan obat pereda nyeri, antidepresan, stimulan, alat bantu tidur, hingga benzodiazepin termasuk yang paling dicari.
Cosmicdealheather, yang sudah 19 tahun berjualan di eBay, menyarankan agar para pemburu barang unik menajamkan mata saat menyusuri rak toko barang bekas.
“ Kalau melihat sekantong pulpen dan ada yang bermerek farmasi, besar kemungkinan itu bernilai,” katanya.
Ia sendiri kerap menemukan barang promosi obat di penjualan garasi atau obral barang lama. Tahun lalu, ia bahkan mendapatkan sekotak penuh tisu Zoloft gratis di sebuah obral garasi—temuan yang ia sebut sebagai “ jackpot tahunan”.
Sumber: NewsWeek
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya