Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kebakaran Pabrik Produsen Baterai Samsung Galaxy Note 7 Di Cina (scmp.com)
Dream - Kebakaran melanda pabrik distrik Wuqing, pinggiran kota Tianjin, Tiongkok, Rabu kemarin. Pabrik itu milik Samsung SDI Co, yang merupakan pembuat baterai untuk ponsel Samsung Galaxy Note 7.
Kebakaran tersebut dapat segera diatasi. Tidak ada korban dalam insiden ini, dilaporkan Sina.com.cn.
Tidak diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Tetapi, otoritas pemadam kebakaran Tianjin mengatakan barang-barang yang terbakar adalah baterai lithium-ion dan beberapa produk baterai yang setengah jadi.
Sebanyak 19 mobil pemadam kebakaran serta lebih dari 110 petugas dikerahkan setelah muncul laporan pada pukul 06.00 waktu setempat. Seperti pernyataan otoritas yang diunggah di akun resmi dinas pemadam kebakaran Tianjin di laman media sosial Weibo sekitar pukul 15.00 waktu setempat.
Beberapa foto beredar di media sosial Cina menunjukkan gumpalan asap tebal membumbung ke udara dari pabrik tersebut.
Petugas perlindungan lingkungan setempat tiba di lokasi sekitar pukul 16.00. Mereka memantau kualitas udara untuk mengetahui kemungkinan terjadinya pencemaran.
Juru bicara Samsung SDI, Shin Yong-doo mengatakan kepada Bloomberg, kebakaran terjadi di tempat penyimpanan limbah dan bukan pada fasilitas produksi. Kebakaran tidak berdampak pada proses produksi.
© Dream
Dream - Samsung SDI, yang berafiliasi dengan Samsung Elektronics, merupakan satu dari dua pemasok baterai untuk ponsel Galaxy Note 7.
Ponsel tipe itu banyak dilaporkan meledak disebabkan baterai terlalu panas saat diisi daya. Samsung menghentikan penjualan Galaxy Note 7 pada September tahun lalu dan mengumumkan penarikan secara global.
Samsung Electronisd menyatakan bulan lalu produksi baterai dan lemahnya desain menjadi penyebab ledakan ponsel, yang menjadikan baterai cepat panas.
SDI mengatakan bulan ini telah menginvestasikan 150 miliar won Korea, setara Rp1,7 triliun, untuk keamanan dan pembuatan baterai yang mungkin dapat digunakan untuk ponsel Samsung model lain.
Berkantor pusat di Yongin, Korea Selatan, Samsung SDI mempunyai jaringan luas di daratan Cina, termasuk dengan lima perusahaan produsen di Hefei, Suzhou, Wuxi, Xian, dan Tianjin.
(Ism, Sumber: scmp.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya