Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto Ilustrasi: Shutterstock)
Dream – Seiring berkembangnya keuangan digital, pasar perangkat lunak perbankan syariah juga turut melesat. Setiap tahunnya, segmen bisnis yang memanfaatkan kemajuan teknologi ini tumbuh 13 persen per tahun.
Pasar software perbankan syariah diperkirakan akan tumbuh hingga US$700 juta (Rp9,89 triliun) hingga 2021, dikutip dari laporan industri terbaru.
Angkanya diharapkan tumbuh dalam industri keuangan syariah.
Dikutip dari Gulf Times, 30 Januari 2019, software perbankan syariah ini turut mengacu kepada norma-norma syariah. Peranti ini mengelola dan memantau operasional bank serta punya fitur yang tak dimiliki perbankan konvensional.
Teknologi ini dikembangkan oleh perbankan syariah dan cendekiawan ekonomi syariah. Mereka menciptakan serangkaian spesifikasi untuk perangkat lunak. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan keuangan sambil memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah.
Awalnya, perangkat lunak ini dikembangkan oleh internal bank dan bekerja sama dengan vendor IT lokal. Seiring berjalannya waktu, penyedia perangkat lunak yang beroperasi secara global, memasuki bisnis dan menciptakan solusi perbankan syariah yang bisa diskalakan pada rentang yang lebih besar.
Misalnya, pengembang software perbankan syariah adalah Infosys, Tata Consultancy Systems, Virmati dan Finastra, dan sejumlah vendor khusus seperti seperti AutoSoft Dynamics, Infopro, BML Istisharat, International Turnkey Systems, Infrasoft Technologies, Silverlake, Intertech, Leadsoft, dan lainnya.
Karena standar utama software itu adalah kepatuhan terhadap prinsip keuangan syariah, penyedia dan vendor harus mempertimbangkan banyak faktor. Misalnya, ketidakonsistenan dalam produk yang diperbolehkan antara negara dan wilayah, interpretasi hukum Islam yang berkaitan dengan perbankan, serta permintaan akan kemampuan produk baru karena bank mendefinisikan layanan baru yang sesuai dengan syariah.
Perbankan syariah menggunakan perangkat lunak itu untuk bisnis ritel dan korporasi, investasi, manajemen kekayaan, pembiayaan dan penyewaan syariah, serta layanan lainnya. Pasar modal juga menggunakan software untuk pasar modal dan penerbitan sukuk.
Para penyedia software seperti Path Solutions menyediakan piranti lunak untuk pembiayaan dan penyewaan secara syariah. Ada juga Temenos yang menyediakan aplikasi untuk asuransi syariah.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya