Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Boeing Melirik Kerja Sama Dengan Institusi Keuangan Syariah Di Afrika Dan Timur Tengah. (Foto: Shutterstock)
Dream – Boeing, raksasa perusahaan pembuat pesawat asal Amerika Serikat melirik sistem keuangan syariah untuk menggaet konsumennya di Timur Tengah dan Afrika. Boeing ingin mendiversifikasi sumber pembiayaan sekaligus mempermudah konsumennya di negara-negara mayoritas muslim.
Dikutip dari The National, Selasa 29 Januari 2019, anak usaha Boeing, Boeing Capital, bisa bermitra dengan bank atau lembaga keuangan di kawasan itu. Dari kerja sama itu diharapkan bisa tercipta produk pembiayaan pesawat yang sesuai dengan syariah.
“ Ini akan menjadi konten Islami dan mendukung pembiayaan syariah. Ini menjadi tahap yang sangat awal,” kata Managing Director for The Middle East, Africa, and South Asia for Boeing Capital Corporation (BCC), Vasgen Edwards.
Langkah Boeing ini telah lebih dahulu dilakukan Airbus yang mendirikan Alif Fund pada 2014. Alif Fund merupakan pembiayaan syariah untuk pesawat. Perusahaan itu dikelola oleh International Airfinance Corporation (IAFC) di Dubai.
Edwards mengatakan basis kerja sama keuangan syariah dengan Boeing bisa berada di Uni Emirat Arab atau Arab Saudi. Dia optimistis kerja sama ini bisa menarik lebih banyak konsumen di Afrika dan Timur Tengah.
“ Pembiayana syariah di wilayah ini penting. Makanya, kami harus bekerja untuk melihat apa yang diinginkan kawasan itu,” kata dia.
Boeing mengharapkan pembiayaan pesawat bisa tumbuh stabil dan beragam pada tahun ini. Produsen pesawat asal Paman Sam ini memperkirakan pembiayaan pengiriman pesawat baru mencapai US$143 miliar (Rp2.015,15 triliun) tahun ini. Angkanya naik dari tahun 2018 yang sebesar US$126 miliar (Rp1.775,58 triliun). Tahun 2023, disebut ada potensi pembiayaan pesawat baru naik jadi US$181 miliar (Rp2.550,64 triliun).
Boeing berharap kerja sama itu bisa menyeimbangkan kondisi kas perusahaan. Ketika ditanya tentang kapan produk itu meluncur, Edwards enggan berkomentar.
“ Kalau ada minat untuk pembiayaan syariah, kami pasti akan tertarik untuk memberikan sesuatu kepada pelanggan kami,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya