4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Menteri Erick Thohir Berjanji Akan Memastikan Kehalalan Vaksin Covid-19
Dream - Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Erick Thohir memastikan vaksin Covid-19 yang akan diproduksi untuk masyarakat Indonesia akan tersertifikasi halal. Upaya tersebut dilakukan dengan mengirim pihak terkait untuk memastikan kehalalannya.
Diketahui pemeirntah telah mengirimkan tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk bekerja sama dengan perusahaan farmasi G42. Tim juga mengecek kehalalan dari vaksin yang diproduksi.
Selanjutnya BPOM dan tim dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan bertolak ke China pada Oktober 2020 mendatang.
" Kita juga pastikan vaksin ini halal dan sesuai standar kita," ujar Erick yang juga menjabat Menteri BUMN, dalam webinar, Selasa, 15 September 2020.
Menurut Erick, pihak dari MUI juga sempat hadir saat uji klinis ke-3 terhadap vaksin asal Sinovac di Bandung beberapa waktu lalu.
" Kemarin saya datang kepada Pak Wakil Presiden (KH Ma'aruf Amin), bahwa proses ini kita dukung dan kita jaga kehalalan vaksin," tambahnya.
Dalam laporannya kepada Wapres KH Ma’ruf Amin, Erick mengatakan Indonesia akan mendapat 30 juta dosis vaksin Covid-19 pada akhir tahun 2020 dan 300 juta dosis di tahun berikutnya. Vaksin tersebut merupakan hasil kerja sama beberapa BUMN farmasi dengan lembaga dan instansi farmasi mancanegara. Salah satunya adalah kerja sama PT Bio Farma (Persero) dengan Sinovac Biotech dari Cina.
Sinovac telah menyampaikan komitmennya menyediakan 20 juta dosis vaksin pada akhir tahun ini jika proses uji klinis tahap 3 berjalan lancar. Selanjutnya, akan diproduksi hingga 250 juta dosis untuk Indonesia di tahun 2021.
Sementara dengan G42, PT Kimia Farma Tbk akan mendatangkan 10 juta dosis vaksin pada akhir 2020. Jumlah itu akan bertambah sebanyak 50 juta dosis dan kemungkinan diterima Indonesia pada akhir kuartal I-2021.
" InsyaAllah, akhir tahun ini ada 30 juta (vaksin) dan tahun depan ada 300 juta. Tetapi sebagai catatan, dari total kita dapatkan 330 juta mungkin 340 juta," tutur Erick.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
