7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Foto: Merdeka.com)
Dream - Pemerintah segera menyalurkan kembali bantuan subsidi gaji gelombang ke-2 yang dijadwalkan mulai berlangsung pekan pertama November 2020 ini.
Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan jumlah penerima akan sama dengan gelombang pertama yaitu sebanyak 12,4 juta pekerja yang sudah tervalidasi oleh BPJS Ketenagakerjaan.
" Gelombang pertama sudah selesai disalurkan sebanyak 12,4 juta, rencananya akhir minggu ini akan mulai lagi gelombang kedua subsidi gaji ke 12,4 juta penerima," kata Budi dalam siaran teleconference, Rabu 4 November 2020.
Lebih lanjut, Budi berharap program subsidi gaji tersebut akan membuat laju perekonomian di kuartal IV tahun ini meningkat.
" Diharapkan kuartal ke-4 masuk program subsidi gaji total pagunya Rp30 triliun kemarin sudah habis setengahnya. Dalam 1-1,5 bulan ini akan diselesaikan setengahnya dan akan kita kejar sampai akhir," kata Budi.
Seperti diketahui, termin pertama subsidi gaji sebesar Rp1,2 juta sudah disalurkan pada bulan September-Oktober lalu.
Selanjutnya termin kedua, disalurkan subsidi gaji untuk bulan November dan Desember dengan nominal yang sama. Sehingga total selama 4 bulan sebesar Rp2,4 juta.
Sumber: Merdeka.com
Dream - Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan, Mukhaer Pakkanna, menyebut sejumlah riset menemukan bahwa dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) banyak dipakai untuk membeli rokok oleh para penerimanya.
" Ada beberapa riset yang kami temukan di Muhammadiyah banyak bantuan misalnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang lalu itu alokasinya ketika bantuan diberikan apalagi kepada kepala rumah tangga itu banyak untuk konsumsi rokok," kata Mukhaer, dikutip dari Merdeka.com, Senin 24 Agustus 2020.
Menurut dia, hampir 70 persen perokok merupakan masyarakat menengah ke bawah atau masyarakat rentan miskin. Sehingga ketika diberikan dana bantuan sosial atau BLT masyarakat justru mengalokasikan dana tersebut untuk konsumsi rokok.
" Beberapa bantuan lain di masa pandemi ini bisa dicurigai itu alokasi untuk konsumsi rokok itu naik itu perlu kita kendalikan," katanya.
BLT memang sangat populer dalam penyaluran bantuan dari pemerintah untuk masyarakat. Program ini kerap menjadi pilihan untuk memberi bantuan kepada masyarakat yang dinilai kurang mampu.
Pada masa pandemi virus corona ini misalnya, pemerintahan Joko Widdodo-Ma'ruf Amin telah menyiapkan alokasi dana Rp203,9 triliun untuk perlindungan sosial.
Dana itu terdiri dari bantuan PKH Rp37,4 triliun, sembako Rp43,6 triliun, bansos Jabodetabek Rp6,8 triliun, bansos non-Jabodetabek Rp32,4 triliun, kartu Prakerja Rp20 triliun, diskon listrik Rp6,9 triliun, logistik/pangan/sembako Rp25 triliun, dan BLT dana desa Rp31,8 triliun.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?