Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

PEN Terserap 51%, Ekonomi RI Akan Diguyur Rp100 Triliun Jelang Tutup Tahun

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 4 November 2020 19:12
PEN Terserap 51%, Ekonomi RI Akan Diguyur Rp100 Triliun Jelang Tutup Tahun
Realisasi penggunaan anggaran PEN sudah mencapai Rp366 triliun sampai 2 November 2020.

Dream – Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencatat realisasi penyaluran dana PEN per 2 November 2020 mencapai Rp366 triliun. Penyerapan anggaran ini sudah mencapai 51,9 persen dari alokasi yang disiapkan senilai Rp695,2 triliun.

“ Pada kuartal III, Satgas PEN telah menyalurkan lebih dari Rp150 triliun sebagai dukungan untuk menjaga defisit pertumbuhan ekonomi,” kata Ketua Satgas PEN, Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers yang disiarkan di akun Youtube Sekretariat Presiden, Rabu 4 November 2020.

Presiden Joko Widodo, lanjut Budi Gunadi, meminta penyaluran PEN pada kuartal IV bisa dilakukan semaksimal mungkin. Satgas ini berharap sisa anggaran bisa terserap semua.

“ Minimal Rp100 triliun bisa disalurkan pada kuartal IV,” kata dia.

Menteri Sosial, Juliari Batubara, mengatakan pagu anggaran PEN yang diterima oleh Kementerian Sosial sebesar Rp128,93 triliun. Per 3 November 2020, sudah terealisasi Rp112,73 triliun atau 87,44 persen.

Rinciannya, realisasi anggaran bansos sembako Jabodetabek sebesar Rp6,84 triliun, bansos tunai Rp25,86 triliun, bansos tunai bagi penerima sembako non Program Keluarga Harapan Rp4,5 trilun, PKH Rp36,71 triliun, bansos beras Rp3,29 triliun, dan bansos pangan non tunai/sembako Rp37,31 triliun.

“ Semua bisa terselenggara karena kerja sama yang baik antar kementerian/lembaga dan daerah,” kata Juliari.(Sah)

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 2 halaman

Tahun Depan, Kemensos Lanjutkan Bansos Tunai

Dream – Kementerian Sosial akan melanjutkan program pengamanan sosial pada tahun 2021. Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.

“ Sesuai dengan Presiden, beberapa program akan kita langsung jalankan juga pada Januari 2021,” kata Menteri Sosial, Juliari Batubara, dalam konferensi pers yang disiarkan di akun Youtube Sekretariat Presiden, Rabu 4 November 2020.

Baik program regular berupa Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Nontunai (BNPT) serta bantuan sosial tunai akan dijalankan mulai Januari 2021. Kementerian ini akan menyalurkan bantuan regular berupa PKH dan BNPT.

 

 

Sementara, program bantuan khusus meliputi bansos sembako di wilayah Jabodetabek, bansos tunai untuk warga di luar Jabodetabek, hingga bansos beras bagi keluarga penerima manfaat (KPM) PKH.

“ Untuk yang regular sepanjang tahun, bantuan PKH akan diberikan pada Januari-Desember 2021 dengan indeks dan nilai yang sama,” kata dia.

Untuk bantuan sosial tunai, lanjut Juliari, dianggarkan Januari-Juni 2020. “ Kami akan melihat lagi arahan Presiden,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Anggaran Fleksibel

Dikatakan bahwa anggaran bisa fleksibel melihat kondisi. Dengan begitu, programnya bisa disesuaikan sesuai kebutuhan. Jika perlu, program bantuan sosiakl akan diluncurkan kembali.

“ Program yang diluncurkan bisa dirasakan manfaatnya, terutama bagi yang terdampak Covid-19,” kata dia.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar