Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pemerintah tak berhenti mencari utang baru. Kali ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan kembali melakukan lelang penjualan Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah pada Selasa (7/6/2016).
Hasil penjualan SUN ini akan digunakan untuk memenuhi sebagian target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016
Target indikatif yang akan dilelang sebesar Rp12 triliun, dengan jumlah target maksimal sebesar Rp18 triliun. Lima seri SUN yang akan dilelang yaitu SPN03160908 (new issuance), SPN12170608 (new issuance), FR0053 (reopening), FR0056 (reopening), FR0073 (reopening).
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) dalam keterangan resminya merinci, SUN seri SPN03160908 akan jatuh tempo pada 8 September 2016 menawarkan kupon berupa diskonto. Seri SPN12170608 akan jatuh tempo pada 8 Juni 2017, juga menawarkan kupon berupa diskonto.
Sementara, seri FR0053 yang akan jatuh tempo pada 15 Juli 2021 menawarkan tingkat kupon sebesar 8,25 persen. Seri FR0056 yang akan jatuh tempo pada 15 September 2026 menawarkan tingkat kupon sebesar 8,375 persen. Terakhir, seri FR0073 yang akan jatuh tempo pada 15 Mei 2031 menawarkan tingkat kupon sebesar 8,75 persen.
Lelang akan dibuka pada 7 Juni 2016 pukul 10.00 WIB dan ditutup pada pukul 12.00 WIB. Hasil lelang akan diumumkan pada hari yang sama, sedangkan setelmen akan dilakukan pada 9 Juni 2016.
Lelang ini bersifat terbuka (open auction) dengan metode harga beragam (multiple price) yang akan dilakukan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.(nv)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya