Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Dua Pesepeda Melintas Di Depan Rumah Kosong. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pemerintah Jepang memiliki program unik dalam mengatasi masalah rumah yang terbengkalai. Mereka akan membagi-bagikan rumah secara gratis atau menjualnya dengan harga sangat miring.
Dikutip dari New Zealand Herald, Senin 26 November 2018, jumlah rumah terbengkalai dan kosong di Jepang ditaksir mencapai 10 juta unit.
Lewat program “ Akiya”, pemerintah akan membantu keluarga muda yang kesusahan membeli rumah untuk memiliki tempat tinggal.
Tak hanya itu, pemerintah daerah setempat juga memberikan subsidi bagi penghuni rumah baru untuk renovasi murah.
Menarik, kan?
Program give away rumah-rumah kosong ini memberikan sejumlah persyaratan bagi calon pembeli. Misalnya, di beberapa pemerintah daerah, calon pembeli harus berusia di bawah 43 tahun dan punya anak-anak muda yang bersekolah di bangku SMP.
Properti ini ditemukan di berbagai “ Akiya Bank”. Portal ini mencantumkan rumah-rumah yang ditinggalkan secara online. Akiya Banks memastikan proses pembelian rumah terbengkalai secara sederhana dan cepat.
Sekadar informasi, populasi Jepang bertahap menyusut sejak 2010. Pada 2010, populasinya mencapai 128,55 juta jiwa. Kini, jumlahnya turun di 127,18 juta jiwa, menurut data Worldometers.
Pada 2013, Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang memperkirakan ada sekitar 8,2 juta rumah terlantar, diberitakan oleh Rethink Tokyo.
Daerah Kagoshima, Kochi, dan Wakayama memiliki 10 persen rumah kosong. Diprediksi tahun 2033, terdapat lebih dari 30 persen rumah Jepang yang ditinggalkan.
Akan tetapi, ada risiko-risiko yang harus dihadapi ketika membeli rumah kosong.
Dalam bahasa Jepang, akiya ini berarti kosong atau ditinggalkan. Nah, rumah akiya ini berarti rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya, misalnya pemiliknya mengadu nasib ke kota.
Rumah akiya kurang diminati karena ada mitos Jepang yang mempersulit penjualannya. Rumah yang dulu jadi TKP orang bunuh diri, pembunuhan, dan meninggal-secara-kesepian, dianggap tidak beruntung.
Risiko selanjutnya adalah kecemasan tentang kemungkinan pemilik asli datang suatu hari dan menuntut hak kepemilikan rumah.
Tak hanya itu, risiko selanjutnya adalah membeli rumah terbengkalai akan dianggap pembeli itu gagal di mata masyarakat.
Tapi, dengan harga rumah baru yang makin merayap di Tokyo—rumah baru di sana mencapai US$790 ribu (Rp11,47 miliar)—rumah Akiya bisa menjadi alternatif bagi pasangan muda.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa