Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Punya Nama Unik Juga Menguntungkan Ketika Kamu Melamar Pekerjaan. (Foto: Shutterstock/Ilustrasi Wawancara)
Dream – Sebelum era internet, ketika ingin mengenal seseorang, kamu harus berbicara dengan orang yang bersangkutan atau orang lain yang mengenalnya. Tapi, ketika masuk era digital, semuanya berubah.
Ketika seseorang ingin tahu tentang dirimu, mereka tinggal mengetik nama di Google. Bahkan, muncul istilah “ digital first” yang dicetuskan oleh Mitch Joel. Digital first adalah kesan pertama digital kamu lebih penting daripada bertemu secara langsung.
Menurut Forbes, istilah ini berdampak kepada banyak hal. Salah satunya adalah namamu. Ketika mencari nama di internet, kamu ingin hasil pencariannya sejelas mungkin dan sepenuhnya tentangmu.
Kejelasan ini memungkinkan siapapun yang mencari tahu tentang kamu. Contohnya, perekrut yang ingin benar-benar mengetahui dirimu.
Ketika hasil pencarian bercampur dengan konten-konten orang lain yang punya nama mirip dengan namamu, ini akan menyulitkan dan membingungkan pewawancara.
Kalau punya nama yang unik, hasil pencarian tentang kamu kemungkinan besar akan lebih jelas. Dengan begitu, perekrut bisa mendapatkan kesan yang lebih akurat tentang dirimu.
Kesan ini akan lebih dalam kalau citramu yang ditampilkan di online sama dengan diri yang sesungguhnya. Tujuannya adalah agar saat seseorang bertemu langsung denganmu, mereka memiliki kesan yang sama.
Nama yang unik ini juga tidak sama dengan memilki nama yang umum dengan penulisan yang unik. Sebaliknya, nama yang sulit dieja bisa menyulitkan kamu. Jika seseorang yang mencari Anda salah mengeja nama, yang ada kamu malah akan semakin sulit untuk dicari.
Hal ini berarti yang memilki nama yang pasaran harus mengubah nama. Kamu tetap bisa mempengaruhi hasil pencarian Google tentangmu. Salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah personal branding.
Saat ini orang semakin mahir dalam menggunakan mesin pencari. Kemungkinan besar saat seseorang tidak menemukan apa yang mereka cari saat memasukan namamu pada hasil pencarian, mereka akan menambahkan satu atau dua kata.
Untuk memanfaatkan ini, kamu bisa menggunakan beberapa kata atau frasa yang selalu dimasukan dalam setiap unggahan di internet. Dengan demikian, saat orang mengetik nama kamu beserta kata-kata tersebut ke dalam mesin pencari, mereka akan mendapatkan hasil yang mereka cari tentang dirimu.
(Sumber: Liputan6.com/Felicia Margaretha)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya