Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Indeks Bergerak Positif.
Dream - Indeks syariah kompak menguat menutup perdagangan jelang akhir pekan. Meski sempat berulang kali jatuh ke zona negatif, tiga indeks syariah ini mengekor laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga ditutup menguat.
Pelaku pasar sepertinya mulai merespon angin sentimen negatif dari luar negeri terkait sentimen perang dagang China-Amerika dan kenaikan suku bunga The Federal Reserves.
Penguatan kali ini terjadi karena investor memanfaatkan aksi beli ketika IHSG berada di zona merah.
Pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 23 November 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat 0,470 poin (0,26%) ke level 177,986. ISSI memulai sesi perdagangan dengan menguat namun hanya bertahan selama satu jam.
Selanjutnya ISSI bergerak di dua zona sebelum aksi beli jelang sesi penutupan mendorongnya terus bergerak naik. ISSI sempat bertengger di level tertinggi 178,198.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga naik 2,105 poin (0,315%) ke level 670,131.
Indeks JII70 merangkak 0,588 poin (0,27%) ke level 220,870.
IHSG akhirnya kembali lagi ke level 6000. Meski hanya menanjak pelan 15,392 poin (0,25%, IHSG menutup sesi perdagangan dengan bertengger di level 6.006,202.
BEI mencatat perdagangan saham syariah senilai Rp2,68 triliun dengan 37,91 miliar lembar saham yang berganti pemilik.
Mayoritas saham menguat. Investor lebih suka bermain saham di sektor industri dasar, pertanian, barang konsumsi, dan manufaktur. Keempat indeks ini melesat masing-masing 1,62 persen, 1,59 persen, 1,34 persen, dan 1 persen.
Indeks properti terkoreksi 0,61 persen, keuangan 0,57 persen, industri aneka 0,48 persen, dan perdagangan 0,22 persen.
Saham UNVR meroket Rp1.025, BLTZ Rp450, ITMG Rp400, AALI Rp375, dan DUTI Rp300.
Sebaliknya, harga saham SMGR turun Rp350, LINK Rp156, SOSS Rp140, ITMA Rp105, dan SKBM Rp90.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Pada pukul 16.16, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melemah 71 poin (0,49%) ke level Rp14.509 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya