Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Penyaluran Bansos Sembako. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pemerintah memperpanjang pemberian bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak pandemi corona. Program yang semula berakhir pada April 2020, diperpanjang hingga Desember 2020.
“ Dalam pemulihan ekonomi nasional yang awalnya sampai April 2020, dengan arahan Presiden, akan diperpanjang hingga Desember 2020,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, dalam live streaming di Youtube Sekretariat Kabinet, Rabu 17 Juni 2020.
Sementara, kata Muhadjir, program bantuan langsung tunai (BLT) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), hanya diperpanjang hingga September 2020.
Muhadjir mengatakan, nilai bantuan sosial yang diberikan untuk penerima manfaat dikurangi, dari Rp600 ribu menjadi Rp300 ribu per bulan.
Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara, mengatakan, realisasi per Juni 2020, ada 9,53 juta penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Nilainya total Rp2,42 triliun. Lalu, ada 456.671 keluarga yag belum menerima manfaat dari PKH.
“ Insya Allah sampai akhir bulan ini akan disalurkan sehingga bisa tercapai 10 juta penerima manfaat,” kata dia.
Untuk kartu sembako atau bahan pangan non tunai, menurut Juliari, sudah tersalurkan kepada 18,33 juta keluarga dan target 20 juta keluarga penerima manfaat.
“ Target 20 juta penerima belum bisa tercapai 100 persen. (Karena) pandemi Covid, kami harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan dan sebagian besar dari sisa penerima manfaat ini berada di wilayah yang ada di remote area dan belum terjangkau,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya