Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penduduk China Menurun Pertama Kali Sejak 60 Tahun (Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream - Posisi China sebagai negara terpadat di dunia disebut akan digeser oleh India. Pasalnya China telah melaporkan bahwa pada 2022 populasinya menyusut untuk pertama kalinya dalam 60 tahun.
Menurut CNBC International, penurunan penduduk China diungkapkan oleh Biro Statistik Nasional negara tersebut pada 17 Januari 2023.
Populasi China, tidak termasuk orang asing, turun 850.000 orang pada 2022 menjadi 1,41 miliar, ini merupakan yang pertama sejak tahun 1960-an.
Pada tahun 2022, China juga melaporkan 9,56 juta kelahiran dan 10,41 juta kematian. Kemudian populasi usia 16 hingga 59 di China tumbuh lebih rendah menjadi 62 persen, menurun dari 62,5 persen di tahun sebelumnya.
WorldOMeters melaporkan populasi India sampai dengan 17 Januari 2023 adalah sebanyak 1.414.421.988. Sedangkan China untuk periode yang sama masih lebih banyak dengan capaian penduduk sebanyak 1.453.432.146.
Menurut CNN Business, pergeseran ini diyakini akan memiliki implikasi ekonomi yang signifikan bagi kedua negara Asia tersebut.
Populasi India diperkirakan akan melewati populasi China. Sementara itu meskipun populasinya akan semakin naik, ada kekhawatiran tentang sedikitnya lapangan kerja bagi jutaan anak muda di India yang memasuki dunia kerja.
Bank Dunia padah tahun 2021 melaporkan bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja di India mencapai 46 persen. Ini termasuk yang terendah di Asia.
Tingkat partisipasi kerja perempuan di India juga hanya mencapai 19 persen pada tahun 2021, turun dari sekitar 26 persen pada tahun 2005.
Sebagai perbandingan, tingkat partisipasi kerja di China dan Amerika Serikat masing-masing mencapai 68 persen dan 61 persen pada tahun yang sama.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya