Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream – Para peneliti di Jerman akan memberikan uang sebesar 1.085 poundsetrling atau setara dengan Rp21 juta rupiah kepada sekelompok orang yang akan menjadi bagian dari percobaan baru.
Gagasan tersebut telah menarik banyak minat orang-orang, untuk mendukung satu sama lain akibat adanya wabah covid-19.
Uang ini rencananya akan diberikan kepada 120 orang. Para peneliti akan memantau bagaiman uang tersebut dapat mengubah kehidupan mereka.
Jurgen Schupp, sebagai pemimpin proyek tersebut, mengatakan bagaimana uang dapat berpengaruh pada sikap dan perilaku seseorang.

Kepada Der Spiegel, seorang peneliti dari Institut Jerman untuk Riset Ekonomi pun berbicara terkait proyek tersebut.
“ Sejauh ini perdebatan tentang pendapatan dasar merupakan hal yang klise. Para penentang mengklaim bahwa dengan memberikan sejumlah uang tersebut, akan membuat mereka berhenti bekerja dan hanya sekedar berbaring sembari mendapatkan layanan makanan cepat saji dan streaming video,” ungkap sang peneliti.
“ Namun di sisi lainnya, para pendukung berpendapat bahwa orang-orang akan tetap melakukan pekerjaan mereka, bahkan menjadi lebih kreatif dan dermawan demi membantu sesama. Sehingga kami dapat meningkatkan bagaimana perbedaan pendapat ini dan mengganti stereotip mereka dengan pengetahun yang telah terbukti secara empiris,” lanjut peneliti tersebut.
Sebanyak 120 orang yang diberikan uang tersebut akan dibandingkan dengan 1.380 orang yang tidak mendapatkan bantuan yang sama.

Para peneliti ingin menemukan setidaknya 1 juta orang pelamar yang akan berpartisipasi dalam penelitian yang akan dilakukan pada November mendatang.
Mereka akan secara acak memilih 20 ribu orang untuk diwawancarai tentang kondisi kehidupan mereka.
Kemudian berdasarkan data akan dipilih 1.500 orang. 120 orang akan dipilih sebagai penerima dana dan 1.380 orang menjadi kelompok pembanding.
Orang yang akan terpilih dan menerima uang selama 3 tahun setiap bulannya. Para peneliti akan melihat perubahan mereka, apakah akan menjadi malas atau lebih kreatif dengan sejumlah uang yang diberikan.
(Sumber: dailystar.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya